Menurut Titik, langkah ini dilakukan untuk menginventarisasi surat kabar sezaman, dokumen biografi ilmiah, serta catatan perjalanan RM Margono sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan. Penelusuran dokumen tidak berhenti di dalam negeri, melainkan dilanjutkan dengan riset arsip internasional dan verifikasi data lapangan di Madiun, Malang, Cilacap, hingga Banyumas. Lewat riset ini, Titik menargetkan tersusunnya rekonstruksi biografi yang utuh serta matriks kelayakan sesuai kriteria undang-undang, sebelum berkas diserahkan secara resmi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Serulingmas Mayjen TNI (Purn) Wuryanto menegaskan pentingnya akurasi dan objektivitas naskah akademik. Menurutnya, penilaian di tingkat daerah maupun kabupaten dengan pendampingan pakar harus dilakukan secara cermat, bukan asal-asalan.
“Naskah akademik penilaian di kabupaten dengan pendampingan tidak dilakukan penilaian yang seharusnya (asal-asalan). Harus benar-benar sahih dan teruji. Target kami adalah penyempurnaan naskah akademik ini selesai sebelum November,” ucap Wuryanto.(ant/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

