Selasa, 25 Agustus 2026

Untag Surabaya Perluas Akses Belajar Lewat Pengembangan Aplikasi

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pengenalan aplikasi pembantu mahasiswa baru jelang PKKMB di Untag Surabaya, Senin (14/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan aplikasi Owly Quest untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memperluas akses layanan akademik selama menjalani perkuliahan.

Harjo Seputro Rektor Untag Surabaya mengatakan, aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yakni dengan membantu mahasiswa dalam memperoleh berbagai informasi yang sebelumnya harus dicari melalui sejumlah sumber berbeda.

“Ini diwujudkan menjelang PKKMB dalam rangka untuk membantu mahasiswa baru dalam beradaptasi di kampus. Kalau selama ini informasi itu harus melihat di sana, harus download di sana, nah ini menjadi dalam satu aplikasi,” katanya, Senin (24/8/2026).

Tak berhenti pada kebutuhan PKKMB, ia mengatakan bahwa aplikasi tersebut juga terus dikembangkan untuk menunjang berbagai kebutuhan mahasiswa selama berkuliah di Untag Surabaya.

Harjo menyebut, pengembangan layanan dalam aplikasi akan mencakup bidang akademik, keuangan, kemahasiswaan, hingga layanan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.

“Jadi ada dua tujuan, yang pertama adalah mempermudah adaptasi mahasiswa baru melalui aplikasi ini, dan yang kedua adalah peningkatan layanan di bidang Tridharma,” tuturnya.

Supangat Wakil Rektor II Untag Surabaya sekaligus pengembang Owly Quest menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memiliki sejumlah fitur yang dapat diakses mahasiswa baru maupun mahasiswa lama.

“Mahasiswa baru biasanya menerima informasi kampus dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kami ingin proses mengenal kampus tidak hanya melalui ceramah atau membaca informasi, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan,” katanya.

Ia mengatakan, pengembangan aplikasi tersebut berangkat dari pola pengenalan kehidupan kampus yang selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional.

Gamifikasi dalam aplikasi tersebut digunakan untuk mendorong mahasiswa lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekaligus menyerap informasi melalui pengalaman langsung.

Aplikasi tersebut juga dikembangkan lebih luas sebagai sarana eksplorasi ruang publik yang dapat mengenalkan berbagai informasi tentang kampus, sejarah kota, budaya, lingkungan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Supangat menyebut, pengembangan Owly Quest tidak semata-mata berfokus pada jumlah pengguna, tetapi juga pada perubahan cara belajar di tengah perkembangan teknologi digital.

Seperti diketahui, aplikasi yang terus dikembangkan sejak tahun lalu itu, saat ini telah lolos masuk Play Store dan App Store. (ris/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
26o
Kurs