Unggahan tersebut lantas memicu beragam reaksi dari publik. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut dengan sumber akun Facebook LBH Jakarta, aksi demo itu terjadi saat ribuan mahasiswa akan menuju bundaran HI namun diadang oleh petugas sehingga mereka menggelar orasi di depan barikade polisi atau di jalan sekitar Thamrin Nine Ballroom, Jakarta pada 12 Juni 2026 lalu.
Merespons hal ini, Irwan Arianto Pakar Komunikasi Big Data UPN Veteran Jawa Timur menilai bahwa fenomena tersebut merupakan bentuk digital activism yang berpotensi menggiring opini publik dan memancing situasi menjadi tidak kondusif.
“Memutar video-video lama aksi merupakan bagian dari pancingan untuk membuat sesuatu hal menjadi tidak kondusif sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya,” kata Irwan kepada suarasurabaya.net.
Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan laboratorium komunikasi big data UPN Veteran Jatim, pola tersebut dimunculkan supaya masyarakat terprovokasi oleh situasi palsu.
Fenomena ini juga bagian dari agenda setting oleh suatu kelompok dalam upaya membangun persepsi publik yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.










