Selain itu, pemerintah juga perlu memperbarui cara membaca dinamika di media sosial. Menurutnya, perkembangan algoritma dan kecerdasan buatan (AI) membuat pola pemantauan konvensional sudah tidak lagi memadai.
“Kalau hanya dibaca melalui media sosial monitoring itu sangat tidak cukup. Ada banyak hal yang miss di situ,” katanya.
Di sisi lain, fenomena unggahan video lama demonstrasi tidak terlepas dari dinamika ekonomi dan politik yang berkembang.
Irwan menyebut dari hasil analisa teks maupun konteks video yang beredar, sebagian besar unggahan mengarah pada upaya menggiring opini terhadap pemerintah.
Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
“Pemerintah seyogyanya memberikan cara kepada masyarakat bagaimana kita bisa saling memeriksa. Bukan pemerintah menyuruh memeriksa, tapi kita bisa saling memeriksa. Mutual ini yang justru nanti akan menjadi solusi yang terbaik,” ujar Irwan. (wld/saf/ipg)










