“Ya (ada kelompok yang mengendalikan), saya yakin pemerintah untuk hal-hal seperti ini sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk ditelusuri,” katanya.
Agar tidak terjebak dalam pusaran informasi palsu, Irwan mengajak masyarakat agar melalukan verifikasi secara mandiri ke sumber resmi terhadap objek di dalam video tersebut.
Sebagai contoh, ketika beredar video yang menampilkan almamater mahasiswa berwarna kuning dan diklaim sebagai aksi terbaru, pengecekan pada akun resmi organisasi justru menunjukkan unggahan mengenai laporan pertanggungjawaban aksi yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya.
“Masyarakat bisa langsung masuk ke media sosial, official-nya BEM UI. Nah, di situ akan tampak kok teman-teman mahasiswa benar-benar sedang mengadakan aksi atau tidak,” jelasnya.
“Nah, video yang tampak memunculkan itu tadi ketika kita konfirmasi kita lihat melalui Instagram officialnya. justru di situ malah sedang melakukan laporan pertanggungjawaban aksi dari tanggal 12 Juni lalu. Nah, ini kan sudah gampang sebetulnya,” sambungnya.










