Pelaporan untuk mengungkap dugaan praktik jual beli yang dikeluhkan pedagang SWK namun tidak diakui oleh orang yang disebut menerima uang.
“Jadi maka karena kita negara hukum ya kita selesaikan dalam polres,” tegasnya.
Total ada 5 pedagang yang mengaku jadi korban dugaan praktik jual beli stan SWK tersebut.
“Ada yang enggak bisa masuk karena enggak bisa bayar, ada yang masuk membayar terpaksa, ada juga,” ungkapnya.
Ia menegaskan mutasi jabatan tidak hanya terjadi di Tambak Wedi. Menurutnya, perpindahan dari lurah menjadi kepala seksi bukan penurunan jabatan karena keduanya memiliki eselon yang sama. Perbedaannya terletak pada fungsi jabatan, di mana lurah menjadi pimpinan di tingkat kelurahan.
Diketahui total ada 32 ASN yang dimutasi. Di antaranya lurah perempuan yang memutuskan mundur usai dimintai komitmen untuk siaga malam hari, kemudian lurah yang menjabat 5 tahun, melebihi batas yang diminta Eri 3 tahun. Lalu terakhir karena evaluasi kinerja lurah soal pengawasan di lapangan. (lta/ipg)








