
Nurhasan Rektor Unesa menyebut program mobilitas akademik sebagai laboratorium kehidupan, tempat mahasiswa menguji pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengalaman nyata di dunia usaha, industri, dan masyarakat.
“Program ini sejalan dengan misi pembangunan nasional. Di era global saat ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga diuji dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan problem solving, empati, dan kerja sama tim,” ucapnya.
Program tersebut, kata dia, dirancang secara inklusif dengan melibatkan mahasiswa afirmasi dan mahasiswa penyandang disabilitas.
Melalui pengalaman belajar di lapangan, mahasiswa didorong agar tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat kemampuan berkolaborasi, beradaptasi, memecahkan persoalan, serta membangun empati.









