Sabtu, 28 Mei 2022

280 Dokter Olahraga Melamar Jadi Relawan Olimpiade Tokyo

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Orang-orang memprotes penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, di tengah wabah Covid-19, di sekitar Stadion Olimpiade (Stadion Nasional) saat acara uji coba atletik Olimpiade diadakan di dalam venue di Tokyo, Jepang, Minggu (9/5/2021). Foto: Diambil dari Kyodo, Antara

Sekitar 280 dokter olahraga bersertifikat melamar 200 tempat yang ingin diisi oleh panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade untuk Olimpiade musim panas ini. Demikian laporan Kyodo dikutip Antara, Rabu (12/5/2021).

Para dokter akan menjadi sukarelawan yang tidak dibayar dan dengan langkah ini penyelenggara ingin memastikan dampak pada sistem medis di Jepang dapat ditekan seminimal mungkin di tengah pandemi Covid-19.

Bulan lalu, penyelenggara mendapat kecaman setelah meminta 500 perawat dari Asosiasi Perawat Jepang untuk memberikan layanan medis selama pertandingan.

Berita terbaru ini diharap menjadi penyemangat bagi penyelenggara, meskipun rasa ketidakpercayaan tetap ada di antara petugas medis lokal dan publik karena Jepang menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Penyelenggara telah membuat permintaan melalui Asosiasi Olahraga Jepang (JSA) untuk para dokter olahraga, yang akan bekerja di sejumlah tempat, termasuk di kampung atlet dan tempat kompetisi.

Sumber mengatakan, para dokter sebagian besar merupakan ahli ortopedi dan dokter gigi, dan akan mengambil bagian dalam tahap awal pemeriksaan klinis.

Dokter olahraga bersertifikat yang dimaksud harus telah memegang lisensi medis selama lebih dari empat tahun, dan juga harus telah mengikuti kursus dari JSA.

Kegiatan mereka diantaranya akan memberikan layanan medis di turnamen dan melayani sebagai dokter tim. (ant/cus/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
27o
Kurs