Minggu, 12 Juli 2026

IPSI Jatim Perkuat Regenerasi Pelatih dan Juri Pencak Silat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Salah satu pertandingan dalam kejuaraan pencak silat Piala Wali Kota Surabaya pada Sabtu (23/5/2026) Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Pengprov IPSI Jawa Timur (Jatim) memperkuat regenerasi pelatih dan juri sebagai bagian dari strategi meningkatkan prestasi sekaligus melestarikan pencak silat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat di Malang pada 11-12 Juli 2026.

Sebanyak 115 peserta yang terdiri atas pelatih dan juri dari pengurus kabupaten/kota IPSI serta berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknik kepelatihan, regulasi penjurian festival, hingga penguatan nilai budaya yang menjadi identitas pencak silat tradisi.

“Sebagian peserta merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang pernah mengikuti ekshibisi kejuaraan dunia. Itulah goals-nya, kenapa mereka ikut penataran karena memang ingin meningkatkan kualitas diri,” ujar Parso Adiyanto Ketua Panitia.

Menurutnya, penataran tidak berhenti pada pemberian materi di dalam kelas. Para peserta akan memperoleh kesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh melalui berbagai kejuaraan dan festival pencak silat yang akan digelar di Jawa Timur.

Salah satunya adalah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Selain itu, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Kota Batu juga telah merencanakan penyelenggaraan Festival Pencak Silat Tradisi dalam waktu dekat.

“Rencananya Unesa Surabaya juga akan menggelar Festival Pencak Silat Tradisi. Bahkan Agustus nanti Kota Batu juga menjadi tuan rumah festival,” katanya.

Pada penataran perdana tersebut, IPSI Jawa Timur menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yakni Ratna Windyastuti dan Parso Adiyanto yang berlisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, serta Agus Mardianto yang merupakan seniman dan budayawan.

Selain penyampaian materi teori, peserta juga menjalani praktik penjurian secara langsung di atas matras sebagai bagian dari peningkatan kompetensi teknis.

Hoslih Abdullah Ketua Harian Pengprov IPSI Jatim menilai regenerasi pelatih dan juri menjadi faktor penting dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Pada Oktober nanti Jawa Timur akan menggelar Kejurprov Piala Gubernur yang juga menjadi salah satu ajang seleksi atlet menuju PON,” ujar Hoslih Abdullah.

Ia juga menegaskan target IPSI Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, yakni meraih empat medali emas. Menurutnya, target tersebut harus didukung sistem pembinaan yang berkelanjutan, termasuk menghadirkan pelatih dan juri yang kompeten. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2026
25o
Kurs