“Saya sangat bersyukur memiliki dosen dan staf kampus yang memahami kondisi saya sebagai atlet profesional. Selama proses perkuliahan, saya banyak dibantu dan diberikan kemudahan. Sampai akhirnya bisa menjadi sarjana, tentu ada jasa besar dari dosen dan staf kampus,” ucapnya.

Pemain kelahiran 2000 itu menjelaskan, dirinya memilih Program Studi Manajemen karena memiliki ketertarikan pada dunia bisnis. Baginya, pendidikan yang ditempuh saat ini juga menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif sebagai pesepak bola profesional.
Bahkan, ia juga punya cita-cita membangun bisnis bersama sang istri seiring dengan latar belakang keluarga istrinya yang berkecimpung di dunia bisnis.
“Saya memang tertarik di bidang bisnis. Setelah selesai bermain sepak bola, saya ingin terjun ke dunia bisnis. Keluarga istri saya juga memiliki latar belakang bisnis. Itu yang membuat saya tertarik mengambil Manajemen,” tuturnya.
NOW ON AIR SSFM 100

