Sebab, kurangnya waktu istirahat dapat meningkatkan risiko cedera apabila pemain dipaksa berlatih maksimal.
“Apa yang saya rasakan adalah banyak pemain memiliki masalah dengan jet lag. Jadi mereka tidak tidur dengan baik. Kami juga mengalami kesulitan ini, karena kami tidak bisa menuntut terlalu banyak dari mereka dalam latihan. Sebab jika mereka tidak tidur dengan baik, artinya jika mereka memberikan 100 persen dalam latihan, kemungkinan mengalami cedera akan tinggi,” ujar Tavares.
Dengan kondisi itu, mantan nakhoda PSM Makassar tersebut memilih berhati-hati dalam menyusun program latihan selama masa awal pramusim.
Sebab, menurutnya, selain faaktor jet lag, beberapa pemain juga masih dalam tahap pemulihan setelah menutup musim lalu dengan masalah cedera.
Bernardo menjelaskan, pihaknya bersama tim medis terus mengevaluasi kondisi seluruh pemain agar proses pemulihan berjalan optimal.

NOW ON AIR SSFM 100

