Dalam pelaksanaan tes, Persebaya menggunakan perangkat VALD Performance yang mampu menghasilkan data performa atlet secara objektif. Teknologi tersebut memberikan informasi lebih rinci dibandingkan sekadar pengamatan visual.
Muhammad Nur Rofik performance coach DBL Academy menjelaskan, perangkat tersebut mampu mengukur berbagai indikator performa pemain, termasuk daya ledak otot.
“Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan,” jelas Rofik.
Ia menambahkan, sistem tersebut juga mampu menampilkan data peak power absolut maupun relatif terhadap berat badan pemain sehingga kondisi fisik masing-masing pemain dapat dianalisis secara lebih mendalam.
“Kami dapat melihat dua jenis data peak power, yaitu nilai absolut dan nilai relatif terhadap berat badan pemain. Dari data tersebut, kami bisa mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain secara lebih detail dan objektif,” ungkapnya.










