Minggu, 21 Juni 2026

Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tegaskan Masih Jauh dari Puncak Performa

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Lamine Yamal masuk sebagai pemain pengganti ketika Spanyol ditahan imbang Cape Verde 0-0 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat pada Senin (15/6/2026) malam WIB. Foto: AP

Lamine Yamal penyerang tim nasional Spanyol menegaskan bahwa publik belum melihat kemampuan terbaik yang dimilikinya. Meski telah menjadi salah satu talenta paling bersinar di sepak bola dunia, Yamal merasa masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang.

Dalam wawancara dengan harian El Pais yang dipublikasikan pada Minggu (21/6/2026), pemain berusia 18 tahun itu mengaku menilai kemampuannya lebih tinggi dibanding persepsi banyak orang saat ini.

“Saya melihat diri saya jauh lebih baik daripada yang dilihat orang. Saya tahu perjalanan di depan masih sangat panjang dan saya masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki,” katanya.

Yamal yang membela Barcelona juga menilai banyak orang menganggap level permainannya saat ini sudah mencapai batas maksimal. Namun, ia justru melihat hal tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Saya tahu orang-orang melihat saya seolah-olah inilah level saya dan selesai sampai di sini. Tetapi saya bisa menggunakan semua kepercayaan diri yang saya miliki untuk banyak hal. Saya tegaskan, perjalanan saya masih panjang, masih banyak yang harus diperbaiki, dan masih banyak sekali sepak bola yang bisa saya mainkan,” ujarnya.

Menjelang laga Spanyol melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Yamal diperkirakan kembali mendapatkan kesempatan bermain setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam hasil imbang tanpa gol melawan Tim Nasional Tanjung Verde.

Dalam wawancara tersebut, Yamal juga berbicara mengenai sosok idolanya, Lionel Messi. Ia mengaku sulit membayangkan bisa bermain di level tertinggi hingga usia 40 tahun seperti yang masih dilakukan kapten Argentina tersebut.

“Mustahil. Bagi saya, Messi adalah yang terbaik dan dia terus membuktikannya. Dia memiliki keunggulan dibanding semua pemain lain dan sekarang dia berusia 40 tahun,” katanya.

Selain itu, Yamal menyoroti perubahan cara pemain muda belajar sepak bola saat ini. Menurutnya, banyak anak yang terlalu cepat masuk ke sistem akademi sehingga kehilangan kebebasan bermain yang dulu ia rasakan saat bermain sepak bola jalanan.

“Saya melihat masalah pada pemain muda sekarang adalah mereka masuk ke tim sepak bola sejak usia empat tahun. Di sana mereka langsung diberi instruksi tentang apa yang harus dilakukan, bukan menikmati permainan itu sendiri,” ujarnya. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 21 Juni 2026
28o
Kurs