Dilansir dari ESPN, UEFA menilai proses lahirnya proposal tersebut menunjukkan lemahnya transparansi dan tata kelola organisasi. Menurut konfederasi tersebut, evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan di FIFA perlu segera dilakukan.
“Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga kepercayaan banyak anggota keluarga sepak bola lainnya,” demikian pernyataan UEFA.
UEFA juga mengingatkan pidato kampanye Infantino saat pertama kali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2016, ketika ia berjanji menerapkan transparansi dan memastikan dana FIFA digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh anggota.
Namun, menurut UEFA, janji tersebut tidak tercermin dalam proposal pembentukan FFE yang dinilai disusun secara tertutup.
Konfederasi Eropa itu bahkan berencana mengusulkan mekanisme baru dalam penyaluran dana pembangunan melalui program FIFA Forward tanpa harus menjual aset komersial FIFA kepada investor swasta.
NOW ON AIR SSFM 100

