Selasa, 14 Juli 2026

Semifinal Piala Dunia 2026: Arsitek Spanyol Akui Prancis Jauh Lebih Berbahaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Lamine Yamal merayakan gol Piala Dunia perdananya untuk Spanyol dalam pertandingan melawan Arab Saudi dengan skor akhir 4-0,di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026). Foto: RG.org

Luis de la Fuente nakhoda tim nasional Spanyol menilai Prancis kini jauh lebih kuat dibanding saat kedua tim bertemu pada semifinal Euro 2024.

Meski demikian, ia memastikan La Roja juga mengalami perkembangan dan siap menghadapi duel panas semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol akan menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Kemenangan akan membawa salah satu raksasa Eropa itu melaju ke partai puncak untuk memperebutkan gelar juara dunia.

De la Fuente mengatakan kualitas individu para pemain Prancis meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, Les Bleus kini tampil lebih matang, baik secara individu maupun kolektif.

“Prancis sekarang jauh lebih baik dibanding saat kami menghadapi mereka sebelumnya. Secara individu mereka berkembang. Kylian Mbappe lebih baik, Ousmane Dembele juga lebih baik. Sebagai sebuah tim, mereka juga meningkat. Namun kami pun mengalami perkembangan,” ujar De la Fuente.

Pada semifinal Euro 2024, Spanyol berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Gol Lamine Yamal dan Dani Olmo dalam rentang empat menit membawa La Roja menang 2-1 sebelum akhirnya mengalahkan Inggris dengan skor yang sama di partai final.

Setahun kemudian, kedua tim kembali bertemu pada semifinal UEFA Nations League. Spanyol kembali keluar sebagai pemenang dalam laga dramatis dengan skor 5-4 setelah sempat unggul 4-0.

Saat itu, Mbappe mencatatkan satu gol dan satu assist, sementara Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue juga tampil sejak menit awal.

Kini, lini serang Prancis tampil jauh lebih produktif. Sepanjang Piala Dunia 2026, kombinasi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola telah menyumbangkan 16 gol serta 12 assist. Delapan gol di antaranya dicetak Mbappe, sedangkan Olise membukukan lima assist.

Dilansir dari ESPN, secara keseluruhan, Prancis telah mencetak 16 gol dan baru kebobolan dua kali dalam enam pertandingan.

Sementara itu, Spanyol memang menghasilkan lima gol lebih sedikit, tetapi memiliki pertahanan paling kokoh dengan hanya sekali kebobolan sepanjang turnamen.

De la Fuente mengungkapkan tim pelatih telah mempelajari permainan Prancis secara mendalam. Fokus utama Spanyol adalah membatasi ruang gerak para pemain depan lawan agar tidak leluasa membangun kombinasi serangan.

“Kami mempelajari Prancis dengan sangat teliti. Kualitas permainan mereka luar biasa, tetapi begitu juga dengan kami. Tujuan kami adalah mencegah para pemain mereka bergerak bebas, memutus koneksi antarpemain, dan meminimalkan kekuatan yang mereka miliki. Itulah sepak bola,” katanya.

Pelatih berusia 65 tahun itu juga menilai laga Spanyol kontra Prancis sejatinya layak menjadi partai final mengingat kualitas kedua tim yang sama-sama berada di jajaran elite sepak bola dunia.

“Saya pernah mengatakan sebelumnya bahwa pertandingan ini bisa saja menjadi final turnamen. Semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris juga pantas disebut final Piala Dunia. Empat tim tersisa merupakan tim-tim terbaik di peringkat FIFA,” ujar De la Fuente.

Karena itu, ia meminta para pemainnya tampil disiplin dan meminimalkan kesalahan sendiri. Menurutnya, pertandingan akan ditentukan oleh detail-detail kecil di kedua area penalti.

“Kami harus terus berkembang, menghilangkan kesalahan yang tidak perlu, tidak memberikan peluang mudah kepada lawan, serta mengendalikan pertandingan sebanyak mungkin. Kami harus disiplin dan cerdas, baik saat bertahan maupun menyerang. Itulah pesan yang akan kami sampaikan kepada para pemain,” kata De la Fuente.

Pemenang laga semifinal Spanyol melawan Prancis akan melaju ke final Piala Dunia 2026 dan menghadapi pemenang pertandingan Argentina kontra Inggris yang digelar pada sehari setelahnya. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
28o
Kurs