Sepanjang turnamen, The Three Lions menunjukkan pola serangan yang konsisten. Enam kans emas mereka berasal dari sundulan, sementara lima gol tercipta melalui umpan silang dan lima lainnya berawal dari situasi bola mati, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Produktivitas lini depan juga ditopang Jude Bellingham dan Harry Kane yang sama-sama mengoleksi enam gol.
Anthony Gordon serta Bukayo Saka menjadi kreator utama dengan masing-masing menyumbang tiga assist.
Selain mengandalkan crossing, Inggris juga sangat efektif memanfaatkan bola pantul di depan gawang lawan. Pada fase gugur, mereka rata-rata melepaskan 1,4 tembakan dalam setiap proses terciptanya gol, tertinggi dibanding semifinalis lainnya.
Statistik tersebut menunjukkan Inggris tidak hanya mengandalkan penyelesaian akhir pertama, tetapi juga piawai memanfaatkan bola liar di area penalti.

NOW ON AIR SSFM 100

