Suporter Manchester United menggelar aksi protes dengan melempar bola tenis ke lapangan Old Trafford saat timnya menghadapi AS Roma dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Protes tersebut telah direncanakan sebelumnya dan diumumkan melalui media sosial pada hari pertandingan.
Suporter melempar sejumlah bola tenis dari tribun Stretford End. Selain itu, balon berwarna hijau dan emas juga dijatuhkan ke lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Aksi itu berlangsung ketika Manchester United tengah tertinggal 0-2 dari Roma dalam 18 menit pertama. Matias Soulé membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-11, sebelum Donyell Malen menggandakan skor melalui tendangan penalti tujuh menit kemudian.
Namun, Manchester United justru mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2. Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti, sedangkan Matheus Cunha mencetak dua gol pada babak kedua untuk memastikan kemenangan tuan rumah.
Hasil tersebut menjadi kali pertama Manchester United mampu membalikkan ketertinggalan dua gol dalam pertandingan Liga Champions sejak Oktober 2021.
Kemenangan atas Roma sekaligus mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun dan memberi dorongan bagi Michael Carrick yang tengah berada dalam tekanan.
Meski demikian, Carrick meminta para pemain dan suporter tidak larut dalam euforia. Ia menilai kemenangan tersebut penting, tetapi tim harus segera kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
“Saya tidak ingin terlalu terbawa suasana. Menurut saya, ini malam yang penting. Namun, kami harus melihat situasi secara menyeluruh, tetap tenang, mempersiapkan diri, dan siap menghadapi pertandingan besar lainnya pada akhir pekan,” kata Carrick dilansir dari ESPN.
Carrick juga mengaku tidak merasakan kelegaan berlebihan setelah pertandingan berakhir. Ia justru mengaku bangga melihat perjuangan para pemain yang berusaha keras membalikkan keadaan.
“Sungguh, tidak,” ujarnya ketika ditanya apakah kemenangan itu memberinya kelegaan.
“Saya benar-benar senang untuk para pemain. Saya bisa merasakan keinginan mereka untuk tampil baik. Mereka harus berjuang sangat keras, begitu juga semua orang di tim,” lanjutnya.
Carrick mengatakan dirinya turut merasakan tanggung jawab atas situasi sulit yang tengah dihadapi klub. Karena itu, ia lebih memikirkan kebersamaan tim dan kebahagiaan para pemain setelah meraih kemenangan.
Aksi protes suporter di Old Trafford disebut tidak berlangsung lama. Bola-bola tenis yang dilempar ke lapangan segera disingkirkan oleh para pemain sehingga pertandingan hanya mengalami penundaan singkat.
Aksi tersebut merupakan bagian dari kekecewaan suporter terhadap keluarga Glazer yang telah menguasai Manchester United sejak 2005.
Demonstrasi itu sengaja dilakukan pada menit ke-21 sebagai simbol 21 tahun kepemilikan keluarga asal Amerika Serikat tersebut.
Selain Glazer, Jim Ratcliffe yang menjadi pemilik minoritas klub juga mendapat kritik dari suporter. Miliarder Inggris itu membeli 25 persen saham Manchester United senilai 1,3 miliar dolar AS pada 2024 dan mengambil alih pengelolaan operasional sepak bola klub melalui perusahaannya, INEOS.
Sejak keterlibatan Ratcliffe, Manchester United telah memecat dua pelatih. Posisi Carrick pun kini berada dalam sorotan setelah tim menjalani awal musim yang buruk.
Manchester United tercatat berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris musim 2026-2027. Setelah menghadapi Roma, mereka dijadwalkan bertemu Aston Villa pada Minggu sebelum jeda internasional. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

