Ketiga konfederasi menegaskan kepemimpinan sepak bola bukanlah persoalan kepemilikan kekuasaan. Menurut mereka, posisi tersebut merupakan mandat untuk melayani komunitas sepak bola yang telah memberikan kepercayaan.
“Ketika kepercayaan dilanggar melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang memberinya wewenang, tugas tersebut telah ditinggalkan,” lanjut pernyataan itu.
Dilansir dari ESPN, polemik bermula dari rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang akan menangani aspek komersial dan operasional turnamen FIFA.
Dalam proposal tersebut, FIFA disebut membuka kemungkinan menjual sekitar 20 persen kepemilikan FFE kepada investor swasta.
Infantino kemudian menyampaikan permintaan maaf atas proposal tersebut. Namun, UEFA, AFC, dan Concacaf menilai persoalannya jauh lebih serius daripada sekadar kesalahan prosedur.

NOW ON AIR SSFM 100

