Pendekatan tersebut, kata dia, tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan. Karakter dan kedisiplinan juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pemain.
“Melalui kolaborasi dengan Tranmere Rovers FC, Unesa berupaya memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang dan memiliki akses terhadap pembinaan berstandar global,” tutur guru besar FIKK tersebut.
Sementara itu, Nurhasan Rektor Unesa menilai penguatan sistem pembinaan penting agar proses pengembangan pemain tidak berhenti pada latihan rutin.
Evaluasi secara berkala dilakukan untuk memetakan perkembangan sekaligus melihat potensi setiap peserta. Hasil evaluasi tersebut kemudian dapat menjadi salah satu dasar dalam proses scouting untuk menentukan pemain yang berpeluang mendapat pengalaman pembinaan di klub profesional Inggris.
Program Unesa FC Academy selanjutnya diarahkan untuk mengintegrasikan kemampuan teknik, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengalaman internasional.
Dengan pola tersebut, pemain muda tidak hanya dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga dibentuk agar mampu menghadapi lingkungan pembinaan sepak bola yang lebih kompetitif. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

