Jumat, 19 Agustus 2022

Tak Akan Polisikan Ahok, Ansor dan Banser Jatim Siap Bentengi Ulama dan NKRI

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
(dari kiri) Rudi Tri Wachid, Ketua PW GP Ansor; Mochamad Nur Arifin, Wakil Ketua; dan Moh Abid Umar, Kasatkorwil Banser Jatim. Foto : Istimewa

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur tidak akan melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta nonaktif terkait ucapannya yang dianggap merendahkan dan menghina KH Maruf Amin.

Rudi Tri Wachid, Ketua GP Ansor Jawa Timur mengatakan, pernyataan sikap Ansor dan Banser ini sebagai tindaklanjut untuk mengikuti sikap KH Maruf Amin yang telah memaafkan Ahok pada Rabu (1/2/2017).

“Karena Kiai Maruf sudah memaafkan, kita akan mengikuti sikap kiai kita. Kami juga telah menerima video berisi permintaan maaf Ahok dan pernyataan maaf tertulis yang tersebar di berbagai media,” kata Rudi.

Hal yang sama diungkapkan Moh Abid Umar (Gus Abid), Kasatkorwil Banser Jawa Timur. Menurut Gus Abid, Banser lahir batin menjaga Marwah Ulama dan kiai NU sekaligus benteng terdepan NKRI sehingga jika ulama sudah memaafkan, maka Banser akan selalu nurut.

“Kami adalah benteng dari Nahdhatul Ulama (NU) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perintah Rais Aam KH Maruf Amin agar kader NU harus tenang dan bisa menahan diri, wajib kami taati,” kata Gus Abid.

Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kasus ini, kata Gus Abid, yaitu jangan sekali-kali menghina ulama karena apapun itu, ulama adalah panutan. “Apalagi jika ulama itu adalah ulamanya NU, maka Banser akan hadir di depan untuk menjadi benteng,” ujarnya.

Sementara itu Mochamad Nur Arifin (Gus Ipin), Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Bidang Infokom, mengatakan jika PW GP Ansor Jawa Timur selalu siap untuk membentengi Nahdlatul Ulama dan pesantren dari pihak yang ingin mengadu domba, menebar kebencian dan menciderai kebhinnekaan NKRI.

“Kami akan selalu siap menunggu intruksi untuk menjaga marwah dan sebagai Benteng NU dan NKRI dari pihak yang sekadar nabok nyilih tangan,” ungkap Gus Ipin yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

“Mari kita jadikan kejadian ini untuk semakin meneguhkan rasa Ukhuwah Nahdliyyah, persaudaraan sebangsa dan setanah air. Jaga ketenangan negara ini dari provokasi dan ujaran-kebencian, oleh gerakan-gerakan yang mengancam disharmoni kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara,” tutur Gus Ipin. (fik)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
30o
Kurs