Senin, 30 Maret 2020

Loyalis Bamsoet Sebut Susunan Pengurus DPP Partai Golkar Merusak Rekonsiliasi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Viktus Murin Juru Bicara Tim 9 Partai Golkar (kedua dari kanan) menyampaikan kritik atas penetapan Pengurus DPP Partai Golkar periode 2019-2024, Jumat (17/1/2020), di Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net

Kader Partai Golongan Karya (Golkar) loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa kecewa dengan penetapan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar periode 2019-2024.

Sekelompok Kader Golkar yang menamakan diri Tim 9 menilai, komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar tidak mencerminkan komitmen rekonsiliasi antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, yang tercapai menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

Viktus Murin Juru Bicara Tim 9 Partai Golkar mengatakan, kepengurusan DPP Partai Golkar yang sekarang lebih banyak mengakomodir pendukung Airlangga dibandingkan pendukung Bamsoet.

“Sangat disesalkan, Airlangga dan rezim politiknya telah melakukan dusta politik dan atau kemunafikan politik, dengan hanya memasukkan empat orang dari hampir 100 orang tim inti pendukung Bamsoet dalam kompetisi pemilihan ketua umum pada Munas X,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Viktus, Airlangga melakukan pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam merekrut kader dalam kepengurusan DPP, karena tidak mengindahkan prinsip-prinsip kriteria dan kompetensi.

“Mencermati nama-nama personalia pengurus DPP Partai Golkar periode 2019-2024, terdapat oknum-oknum pengurus yang tidak memenuhi ketentuan AD/ART, tetapi diberika seenaknya bahkan dalam komposisi kepengurusan DPP,” ujarnya.

Menurut Viktus, Airlangga memasukan nama-nama kader dalam kepengurusan DPP sesuai kepentingannya, bahkan ada yang memiliki hubungan keluarga dengan Airlangga dan kader yang pernah menjadi pengurus di partai lain.

“Kondisi ini berpotensi merusak tatanan Partai Golkar sebagai partai moderen dan demokratis, menjadi partai yang keropos fungsi dan perannya, akibat hantu politik nepotisme dan politik dinasti,” ucapnya.

Lebih lanjut, Viktus menyebut, Airlangga merusak kebersamaan dan keutuhan di lingkungan organisasi Partai Golkar yaitu Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Karena, Airlangga tidak memasukkan nama-nama dari ketiga organisasi itu dalam kepengurusan DPP.

Maka dari itu, Viktus mengingatkan Airlangga untuk memulihkan situasi keterbelahan di dalam tubuh partai, demi keutuhan organisasi Partai Golkar.

Di tempat yang sama, Cyrillus Kerong Koordinator Tim 9 Partai Golkar mengungkap ada dua kader partai lain yang masuk ke Golkar, dan mendapat posisi dalam struktur kepengurusan DPP.

Cyrillus menyebut, dua kader itu adalah Sebastian Salang pendiri lembaga swadaya masyarakat Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), dan Hamzah Sangadji politisi Perindo.

Dalam struktur DPP Partai Golkar, Sebastian Salang menjabat sebagai Wasekjen, sedangkan Hamzah diangkat sebagai Ketua DPP.

Berikut daftar Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar periode 2019-2024:

1. Ketua Umum: Airlangga Hartarto

2. Wakil Ketua Umum : Kahar Muzakkir

3. Wakil Ketua Umum : Ahmad Doli Kurnia Tandjung

4. Wakil Ketua Umum : Azis Syamsuddin

5. Wakil Ketua Umum : Agus Gumiwang Kartasasmita

6. Wakil Ketua Umum : Hetifah Sjaifudian

7. Wakil Ketua Umum : Rizal Mallarangeng

8. Wakil Ketua Umum : Melchias Markus Mekeng

9. Wakil Ketua Umum : Roem Kono

10. Wakil Ketua Umum : Nurul Arifin

11. Wakil Ketua Umum : Nurdin Halid

12. Wakil Ketua Umum : Bambang Soesatyo

13. Ketua DPP: Adies Kadir

14. Ketua DPP: Jerry Sambuaga

15. Ketua DPP: Meutya Hafidz

16. Ketua DPP: Airin Rachmi Dainy

17. Ketua DPP: Ace Hasan Syadzili

18. Ketua DPP: Bobby Adhitya Rizaldi

19. Ketua DPP: Mq Iswara

20. Ketua DPP: Iqbal Wibisono

21. Ketua DPP: Muhammad Sarmuji

22. Ketua DPP: Bambang Heri

23. Ketua DPP: Muhidin M Said

24. Ketua DPP: I Gde Sumarjaya Linggih

25. Ketua DPP: Hamzah Sangadji

26. Ketua DPP: Klemen Tinal

27. Ketua DPP: Tahan Samuel Lumban Toruan

28. Ketua DPP: Andogo Wiradi

29. Ketua DPP: Dave Akbarsyah Fikarno

30. Ketua DPP: Zulfikar Arse Sadikin

31. Ketua DPP: Andi Rio Pandjalangi

32. Ketua DPP: Nusron Wahid

33. Ketua DPP: Alexander Ery Wibowo

34. Ketua DPP: Dedi Mulyadi

35. Ketua DPP: Robert J Kardinal

36. Ketua DPP: Lamhot Sinaga

37. Ketua DPP: Mukhamad Misbakhun

38. Ketua DPP: Erwin Aksa

39. Ketua DPP: Veno Tetelepta

40. Ketua DPP: Gatot Soedaryono

41. Ketua DPP: Kusuma Judileksono

42. Ketua DPP: Ravindra A

43. Ketua DPP: M Sabil Rachman

44. Ketua DPP: Agustian B Prasetya

45. Ketua DPP: Ilham Permana

46. Ketua DPP: Idris Laena

47. Ketua DPP: Budi Setyawan

48. Ketua DPP: Panggah Susanto

49. Ketua DPP: Firman Subagyo

50. Ketua DPP: Kholis Malik

51. Ketua DPP: Yahya Zaini

52. Ketua DPP: Mukhtarudin

53. Sekretaris Jenderal : Lodewijk F Paulus

54. Wakil Sekretaris Jenderal : Mustafa M Radja

55. Wakil Sekretaris Jenderal : Tardjo Ragil

56. Wakil Sekretaris Jenderal : Dwi Priyo Atmojo

57. Wakil Sekretaris Jenderal : Tumpal Sahala P Sianipar

58. Wakil Sekretaris Jenderal : Riyono Asnan

59. Wakil Sekretaris Jenderal : Hasrul Benny Harahap

60. Wakil Sekretaris Jenderal : Doni Akbar

61. Wakil Sekretaris Jenderal : Andika Hazrumy

62. Wakil Sekretaris Jenderal : Dico M Ganinduto

63. Wakil Sekretaris Jenderal : Misbah Shoim Haris

64. Wakil Sekretaris Jenderal : M Pahlevi Pangerang

65. Wakil Sekretaris Jenderal : Adrian Jopie Paruntu

66. Wakil Sekretaris Jenderal : Herman Hayong

67. Wakil Sekretaris Jenderal : Edi Langkara

68. Wakil Sekretaris Jenderal : Bernard Sagrim

69. Wakil Sekretaris Jenderal : Agung Widyantoro

70. Wakil Sekretaris Jenderal : Chandri Puspitasari

71. Wakil Sekretaris Jenderal : Christina Ariyani

72. Wakil Sekretaris Jenderal : Sahat Simanjuntak

73. Wakil Sekretaris Jenderal : Hasrul Rahman

74. Wakil Sekretaris Jenderal : Samsul Hidayat

75. Wakil Sekretaris Jenderal : Derek Loupatty

76. Wakil Sekretaris Jenderal : Jan Pieter Pangaribuan

77. Wakil Sekretaris Jenderal : Amin Ngabalin

78. Wakil Sekretaris Jenderal : Sholahul Am Notobuwono

79. Wakil Sekretaris Jenderal : Sebastian Salang

80. Wakil Sekretaris Jenderal : Andi Budi Sulistyo

81. Wakil Sekretaris Jenderal : Fahd El Fouz Arafiq

82. Wakil Sekretaris Jenderal : Sekarwati

83. Wakil Sekretaris Jenderal : Lindsey Afsari Putri

84. Wakil Sekretaris Jenderal : Rusli Aziz

85. Wakil Sekretaris Jenderal : M Alexandra Pahlevi

86. Wakil Sekretaris Jenderal : Eva Wibisono

87. Wakil Sekretaris Jenderal : Putri Zizy Puput Novel

88. Wakil Sekretaris Jenderal : Puteri Anetta Komarudin

89. Bendahara Umum : Dito Ganinduto

90. Wakil Bendahara Umum : Agoes Silaban

91. Wakil Bendahara Umum : Shinta Wijaya Kamdani

92. Wakil Bendahara Umum : Sari Yuliati

93. Wakil Bendahara Umum : Salim Fakhry

94. Wakil Bendahara Umum : J Dwi Hartanto

95. Wakil Bendahara Umum : Heru Dewanto

96. Wakil Bendahara Umum : Badruttamam

97. Wakil Bendahara Umum : Syafaat Perdana

98. Wakil Bendahara Umum : Karan Sukarno W

99. Wakil Bendahara Umum : Hariara Tambunan

100. Wakil Bendahara Umum : Raymond Syauta

101. Wakil Bendahara Umum : Herna D Kusumastuti

102. Wakil Bendahara Umum : Medina Wiranatakusumah

103. Wakil Bendahara Umum : Adanty Kurnia

104. Wakil Bendahara Umum : Dadan Pahlawan

105. Wakil Bendahara Umum : Firaldi Akbar

106. Wakil Bendahara Umum : Diah Roro Esty

107. Wakil Bendahara Umum : Elvis Junaidi

Ketua Dewan Pembina: Aburizal Bakrie

Wakil Ketua: Zaenudin Amali

Ketua Dewan Kehormatan: Akbar Tandjung

Ketua Dewan Penasihat: Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan

Ketua Dewan Pakar: Agung Laksono

Ketua Dewan Etik: Mohamad Hatta.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
28o
Kurs