Minggu, 12 Juli 2020

DPRD Surabaya Usul Bentuk Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kelurahan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Para camat dan kepala puskesmas menghadiri rapat membahas pembentukan Kampung Wani Covid-19 di Pemkot Surabaya, Senin (25/5/2020). Foto : Humas Pemkot Surabaya

Pimpinan DPRD Surabaya mengusulkan gugus tugas Covid-19 tingkat kelurahan dibentuk sebagai penanggung jawab adanya Gerakan Kampung Wani Jogo Suroboyo di tingkat rukun warga (RW) yang telah lebih dulu dibentuk pemerintah kota setempat.

“Pelibatan RW bukan berarti pengalihan tanggung jawab pelaksanaan tugas gugus Covid-19. RW hanya membantu. Arahan dan tugas-tugas penanganan tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah,” kata Reni Astuti Wakil Ketua DPRD Surabaya, di Surabaya, Rabu (27/5/2020).

Karena itu, lanjut dia, perlu ada gugus tugas di tingkat kelurahan sebagai penanggung jawab penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan, dengan Kampung Wani Jogo Suroboyo berada dalam koordinasi gugus tugas kelurahan.

Selain itu, ujar dia lagi, agar indikator keberhasilan penanganan Covid-19 di tiap-tiap kelurahan dan RW terukur. Hal ini menyusul penyebaran Covid-19 semakin merata di Surabaya, jumlah konfirmasi warga positif Covid-19 semakin melaju, rumah sakit rujukan overload atau kelebihan kapasitas dan tenaga kesehatan kelebihan beban tugas.

“Kondisi ini harus ada solusi cepat dan terarah, di antaranya adalah pengendalian pada sektor hulu, bagaimana agar tidak semakin banyak yang potensi tertular Covid-19. Perbaikan pada sektor hulu menjadi sangat penting,” ujarnya pula.

Reni mengatakan dalam rapat analisa dan evaluasi PSBB III di Pemkot Surabaya pada Jumat (22/5/2020), Kapolda Jatim memberikan arahan perlu adanya Kampung Tangguh Covid-19. Kampung tangguh di Jatim sudah diterapkan kampung-kampung di Kota Malang, sebelum PSBB Malang Raya diberlakukan.

“Pertengahan Maret lalu, saya juga sudah pernah menyampaikan perlunya penanganan dari RT/RW dengan Kampung Siaga Covid-19,” ujarnya pula.

Pemkot Surabaya, kata dia, di ujung batas pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 2 pada 25 Mei sudah membentuk Kampung Wani Covid-19 atau Kampung Wani Jogo Suroboyo.

Karena itu, Reni mendorong keberadaan Kampung Wani Covid-19 ini sebagai bentuk penguatan sisi hulu guna pencegahan penyebaran Covid-19 dari lingkungan terkecil. Idealnya, kata dia, memang dibentuk saat awal Covid-19 mulai menyebar masuk di Surabaya, jika saat ini baru dibentuk semoga akan berdampak signifikan melandaikan kurva pandemi.

“Tentu atas masukan berbagai pihak dan pertimbangan matang, semoga tidak hanya sebatas judul dan organ, tapi benar-benar fungsional,” katanya lagi.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2020
32o
Kurs