Senin, 8 Agustus 2022

PDIP Surabaya: Hari Ibu Momentum Perkuat Kebijakan Pro-Perempuan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Kader perempuan PDIP Surabaya dalam kiprah politik di Pilkada Surabaya 2020.

Peringatan Hari Ibu 22 Desember menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan pro-perempuan di Kota Surabaya. Suara itu disampaikan para politisi perempuan dari PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Penguatan kebijakan pro-perempuan di Surabaya, terus dilakukan di penghujung masa jabatan Wali Kota Tri Rismaharini, maupun setelah itu di bawah ‘nakhoda baru’ Eri Cahyadi-Armudji.

“Kita harus terus mendorong dan memastikan, tidak ada lagi diskriminasi pada kaum perempuan. Negara harus terus hadir memastikan semua kebijakannya tidak bias jender,” ujar Dyah Katarina Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Senin (22/12/2020).

Anggota DPRD Surabaya itu mengatakan, saat ini sudah semakin banyak kaum perempuan yang berkiprah di sektor publik, mulai dari dunia pemerintahan, bisnis, pendidikan, hingga politik.

“Tentu tren ini harus dijaga dan ditingkatkan. Kaum perempuan harus semakin banyak mengisi karir di ruang-ruang publik,” tegas Dyah.

Khusnul Khotimah Wakil Ketua PDIP Surabaya menambahkan, selama ini telah banyak kebijakan Pemkot Surabaya di era Wali Kota Bambang DH hingga Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana yang sukses mengutamakan kaum perempuan. Kebijakan tersebut harus terus didorong di era kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armudji ke depan.

“Gender mainstreaming, termasuk dalam penyusunan APBD, harus menjadi landasan dalam politik kebijakan Eri Cahyadi-Armudji. Beliau berdua yang merupakan kader PDI Perjuangan pasti sangat memahami hal tersebut,” ujar Khusnul yang juga ketua Komisi D DPRD Surabaya.

Adapun Siti Maryam Wakil Ketua PDIP Surabaya menambahkan, kaum perempuan di Surabaya telah tumbuh menjadi kaum terdidik, kompeten, dan layak mengisi ruang-ruang publik.

“Apa yang telah dicapai Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu Puan Maharani, dan Ibu Tri Rismaharini menunjukkan, perempuan bisa menjadi pemimpin tangguh di ruang publik. Banyak capaian lain tokoh-tokoh perempuan, yang menunjukkan peran sejajar kaum ibu dan kaum laki-laki di ruang publik,” ujarnya.

Maryam juga mengapresiasi kini semakin banyak kaum perempuan yang sukses berkiprah di dunia kewirausahaan, terutama UMKM. Kaum perempuan penggerak UMKM di kampung-kampung telah menjadi penyelamat ekonomi rakyat di tengah pandemi.

Demikian pula dari sisi kesehatan, kaum ibu di kampung-kampung menjadi penggerak gaya hidup sehat dengan senam bersama dan pengembangan tanaman obat serta sayur berbasis urban farming yang sangat membantu di masa pandemi.

“Kaum perempuan terbukti bisa menjadi penggerak sehat jasmani dan sehat ekonomi. Kepemimpinan Eri Cahyadi-Armudji ke depan tentu juga punya fokus khusus pada pemberdayaan kaum perempuan,” papar anggota DPRD Surabaya itu.

Sementara itu, Agatha Retnosari politisi perempuan yang juga Wakil Ketua PDIP Surabaya menambahkan, Hari Ibu dilandasi kesadaran sejarah tentang peran perempuan di ranah publik yang sudah mengemuka sejak era perjuangan kemerdekaan. Hari Ibu diperingati menandai dilaksanakannya Kongres Perempuan Indonesia pada 22-25 Desember 1928.

“Ketika itu, para aktivis dan pejuang perempuan dari Jawa hingga Sumatera berkumpul. Kesadaran tentang nasionalisme Indonesia terbentuk, dan tuntutan-tuntutan yang berkaitan dengan peran perempuan di ruang publik semakin mengemuka,” jelasnya.

Hal itu menunjukkan kaum perempuan punya peran signifikan dalam perjuangan kemerdekaan. Presiden Sukarno kemudian melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

“Kontribusi perempuan dalam perjuangan di ranah publik, khususnya di sektor politik, terus tumbuh hingga saat ini. Termasuk kita lihat dalam Pilkada Surabaya di mana kaum ibu bergotong royong, keluar-masuk kampung, memastikan kemenangan Eri-Armudji demi keberlanjutan pembangunan di Surabaya yang sudah sangat baik saat ini,” ujar Agatha yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim. (bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Kemacetan di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 8 Agustus 2022
27o
Kurs