Kementerian Pariwisata terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisata di Indonesia.
Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata menekankan, sektor pariwisata harus mengutamakan keselamatan wisata saat beraktivitas.
“Pengembangan sumber daya manusia mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan harus dimulai dengan memastikan keselamatan wisata saat beraktivitas. Karena itu, peningkatan keselamatan berwisata ditetapkan sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata,” kata Widiyanti saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (17/6/2026)
Menteri Pariwisata terus menjalankan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pariwisata. Tahun ini, pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi difokuskan pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
“Turut melibatkan asosiasi dan masyarakat. Sebanyak 10 PBK (Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)) telah dilaksanakan di 5 lokasi, dan mencapai target 700 peserta, serta 23 sertifikasi kompetensi di 20 lokasi dan mencapai target 1.150 peserta,” ujarnya.
Pelatihan mencakup bidang pemandu wisata gunung, hiking, ekowisata, dan wisata gua. Kemudian keselamatan wisata tirta, seperti arung jeram, snorkeling, dan wisata memancing.
“Pelaksanaan diprioritaskan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Ditambah dengan peserta dari program tahun 2026, jumlah pemandu wisata yang memiliki sertifikasi kompetensi kini telah mencapai lebih dari 25.000 orang secara nasional. Artinya semakin banyak sumber daya manusia pariwisata yang memiliki kompetensi, yang diakui sesuai standar nasional. Sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan dan keselamatan berwisata,” pungkasnya.
Widiyanti menekankan, keselamatan pariwisata harus didorong mencapai zero accident, dan membangun kepercayaan 100 persen terhadap pariwisata Indonesia.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

