Selasa, 7 Desember 2021

Jelang Pemilihan Ketum IKA Unair, Khofifah Diminta Mundur

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat berkunjung ke Suara Surabaya Centre. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Salah satu unsur pimpinan sidang Kongres ke-X Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA/Unair) meminta Khofifah Indar Parawansa yang jadi salah satu Kandidat Ketua Umum IKA UA mundur.

Kongres dengan agenda utama Pemilihan Ketua Umum IKA UA periode 2021-2025 itu akan digelar di Airlangga Convention Center hari ini, Sabtu (3/7/2021).

Agoes Widiastono salah satu unsur pimpinan sidang Kongres X IKA UA mengaku sudah berkirim surat ke Khofifah Gubernur Jatim dan memintanya mundur dari pencalonan Ketua Umum.

Setelah meminta Khofifah mundur, Agoes sendiri mengajukan pengunduran diri sebagai unsur pimpinan sidang Kongres, Sekretaris II, sekaligus Ketua Pokja LPJ PP IKA-UA periode 2017-2021.

Agoes-Widiastono
Agoes Widiastono. Foto: Istimewa

Menurut Agoes, dia meminta Khofifah mundur karena melihat situasi pemilihan Ketum IKA-UA yang. tidak kondusif akibat banyaknya intervensi seiring masuknya Khofifah sebagai kandidat Ketum.

“Sejak awal, jauh sebelum proses, kami sudah menawarkan ke ibu (Khofifah) posisi itu. Cuma dua tiga kali dengan berbagai pihak, yang bersangkutan menolak, menolak, menolak,” katanya, Jumat (2/7/2021) malam.

Last minute baru menerima, itu yang kami enggak habis pikir. Kenapa? Terus terang, kami lihat orang-orang yang mendorong ini, oportunis, yang tidak pernah aktif di Unair maupun IKA Unair,” ujarnya.

Agoes bilang, ada intervensi oleh sejumlah orang, yang menurutnya merupakan orang-orang Khofifah, yang meminta agar pemilihan ketua umum ini tidak digelar secara voting, tapi lewat musyawarah mufakat.

“Saya menengarai itu sudah terjadi,” katanya. “Maka lebih terhormat, sebelum pemilihan, mundur lah. Kebetulan saya diangkat jadi salah satu pimpinan sidang. Saya mundur, dan besok tidak akan datang,” katanya.

Langkah yang dia lakukan ini dia maksudkan untuk memberikan pelajaran kepada semua orang, Alumni Unair yang baik tidak sampai mencla-mencle (plin-plan/tidak konsisten dengan pernyataan, red).

“Saya melihat rekan saya yang awal semangat mendukung calon tertentu begitu ada intervensi langsung pindah. Ini kan enggak komitmen, situasi yang enggak kondusif karena ada intervensi,” katanya.

Padahal, Agus berharap pemilihan IKA UA yang berlangsung hari ini diliputi suasana santai, bahagia, dan riang gembira. “Yang terjadi justru sebaliknya. Saya punya bukti ada calon yang sudah mundur,” katanya.

Teguh Prihandoko Ketua Ksatria Airlangga yang menjadi bagian dari elemen Alumni Unair mengapresiasi apa yang dilakukan Agoes. “Saya prihatin melihat pemilihan ketua umum IKA UA saat ini” ujarnya.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair 1984 silam itu melihat, apa yang dilakukan Agoes semata untuk menyelamatkan Unair dan IKA Unair. “Saya menghormati dan mengapresiasi sikap Cak Agoes ini,” kata Teguh.

“Unair dan IKA Unair ibarat dua keping mata uang yang tak bisa dipisahkan. Maka saya lihat langkah Cak Agoes ini gentle. Inilah Ksatria Airlangga sesungguhnya,” katanya.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
26o
Kurs