Senin, 8 Agustus 2022

Survei: Elektabilitas Risma Ungguli Anies Baswedan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Hasil survei Jakarta Research Center (JRC) terkait elektabilitas calon di Pilkada DKI Jakarta. Foto: Jakarta Research Center

Hasil survei yang dilakukan oleh Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan elektabilitas Tri Rismaharini Menteri Sosial mengungguli Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta.

“Terlepas tarik menarik pelaksanaan Pilkada 2022 atau 2024, namun elektabilitas Risma mengungguli Anies dalam pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta,” kata Alfian P Direktur Komunikasi JRC dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Elektabilitas Risma yang mantan Wali Kota Surabaya itu mencapai 37,1 persen atau terpaut sekitar 5 persen dari Anies yang mencapai 32,4 persen.

Menurut Alfian, kinerja Anies sendiri tampak kedodoran setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 2017.

Sementara itu Risma dengan gaya blusukan yang khas sejak menjabat Wali Kota Surabaya langsung mencuri perhatian. Tipikal Risma sejalan dengan gaya kepemimpinan elite baru yang kerap membuat terobosan di tengah kekakuan birokrasi selama ini.

Nama lain yang cukup diunggulkan adalah ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dengan elektabilitas sebesar 7,8 persen.

Menurut Alfian, AHY yang sebelumnya juga bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2017 masih berpeluang untuk kembali maju.

Lalu ada Sandiaga Uno Menteri Pariwisata, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies sebelum kemudian maju berpasangan dengan Prabowo dalam Pilpres 2019. Elektabilitas Sandi mencapai 7,8 persen.

Nama-nama lainnya adalah Ahmad Riza Patria Wakil Gubernur DKI Jakarta  (2,8 persen), Tsamara Amany Alatas politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (2,6 persen), serta Ahmed Zaki Iskandar Bupati Tangerang dan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta (1,1 persen).

Berikutnya politisi PKS yang diusung sebagai cawagub, Nurmansjah Lubis (0,6 persen), Ahmad Sahroni anggota DPR dari Nasdem (0,4 persen), dan Abraham Lunggana atau Haji Lulung (0,3 persen).

“Sisanya elektabilitas sangat kecil, dan tidak tahu/tidak jawab 9,1 persen,” ucap Alfian.

Survei Jakarta Research Center (JRC) dilakukan pada 1-10 April 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Kemacetan di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 8 Agustus 2022
27o
Kurs