Sabtu, 24 Februari 2024

Peserta Election Visit Program 2024 Berharap Pemilu Indonesia Berjalan Damai dan Demokratis

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Elibarki Immanuel Kingu delegasi Parlemen Tanzania tiba di Bali, Senin (12/2/2024). Foto: istimewa

Para delegasi parlemen negara sahabat, duta besar, dan organisasi parlemen internasional sudah mulai berdatangan di Indonesia untuk menjadi pematau (observer) penyelenggaraan Pemilu 2024.

Sampai hari Senin (12/2/2024), sebanyak 14 delegasi parlemen, kedutaan negara sahabat, dan tiga organisasi internasional sudah hadir di Bali, dan siap menjadi pemantau dalam program Election Visit Programme (EVP) 2024.

Empat delegasi negara China, Qatar, Venezuela, dan Azerbaijan dijadwalkan tiba di Bali hari ini, Selasa (13/2/2024).

Elibarki Immanuel Kingu delegasi Parlemen Tanzania berharap pemilu di Indonesia berjalan damai dan demokratis.

“Indonesia adalah salah satu negara raksasa di dunia dalam hal demokrasi. Jadi, harapan kami pemilu tahun ini akan berjalan adil dan damai,” ujarnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (12/2/2024) petang.

Lebih lanjut, Elibarki juga berharap seluruh Warga Negara Indonesia yang punya hak suara datang TPS. Menurutnya, hal itu penting untuk menentukan arah Indonesia ke depan.

“Harapan saya tentu saja para pemilih akan dalam jumlah besar untuk mendukung kandidat yang janjinya sudah mereka dengarkan sepanjang masa kampanye, untuk melihat agenda mereka, untuk melihat strategi mereka dan bagaimana mereka akan membantu warga negara yang indah ini,” sambungnya.

Nantinya, Elibarki akan langsung ke TPS yang ada di Bali untuk melihat dan memberi masukan buat pemilu di Indonesia.

Sebelumnya, Sukamta Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengatakan, kegiatan itu kesempatan untuk menunjukkan kualitas demokrasi Indonesia kepada negara-negara sahabat.

Selain itu, sebagai upaya membangun citra DPR RI sebagai parlemen modern dan terbuka.

“Hal itu memang menjadi komitmen kami untuk mengundang para observer dari negara-negara sahabat. Itu bagian dari resiprokal kami juga, karena kami juga diundang oleh negara-negara itu kemudian kami juga mengundang balik. DPR juga berkepentingan supaya pemilu bisa disaksikan negara-negara sahabat terutama parlemen di seluruh dunia,” papar Sukamta.(rid/saf)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs