Ia mengibaratkan pemerintahan seperti sistem transaksi perbankan. Ketika seluruh layanan berjalan normal, masyarakat cenderung tidak membicarakannya.
Sebaliknya, ketika terjadi gangguan atau kesalahan, keluhan akan bermunculan dan menjadi perhatian publik.
“Ketika pemerintah itu oke, dia menghilang dari pembicaraan publik. Dan sekarang yang kita lihat, pembicaraan politik dibicarakan terus-menerus di semua kalangan. Jadi menurut aku itu indikasi yang sangat-sangat jelas,” ujarnya.
Abigail menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk mengembalikan kepercayaan publik, khususnya generasi muda, agar tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga memiliki harapan bahwa aspirasi mereka dapat menghasilkan perubahan melalui jalur politik. (faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

