Ia juga mengingatkan agar agenda transisi energi dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi nasional, kebutuhan industri, serta keterjangkauan energi bagi masyarakat.
Upaya menekan emisi harus berjalan beriringan dengan jaminan ketersediaan energi yang aman dan berkelanjutan.
“Hilirisasi harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan industri domestik, hingga peningkatan penerimaan negara. Kita jangan hanya menjadi pemasok bahan mentah atau produk setengah jadi. Indonesia harus semakin kuat dalam teknologi, riset, pembiayaan, dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi,” tutur Bamsoet.
Dari perspektif ekonomi, Bamsoet menilai penguatan koordinasi lintas bidang juga diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, sementara pertumbuhan semester I-2026 mencapai 5,45 persen.
NOW ON AIR SSFM 100

