Selain YouTube, Bawaslu Jatim aktif menggunakan Instagram sebagai kanal pendidikan politik sekaligus ruang menerima masukan masyarakat. Menurut Dewita, masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor Bawaslu untuk mendapatkan informasi mengenai kepemiluan.
Melalui edukasi tersebut, Bawaslu Jatim juga mengajak masyarakat sejak dini menolak politik uang, dan lebih berhati-hati terhadap informasi bohong menjelang pemilu yang biasanya marak tersebar di media sosial.
“Untuk menyongsong pemilu yang akan datang di 2029, mari say no to money politics. Jangan sebarin hoaks. Kita bisa mengidentifikasi hoaks, jangan disebarin,” ujarnya.
Terakhir, Dewita juga mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya merusak hubungan antarmasyarakat. Ia mengajak masyarakat berpolitik dengan lebih dewasa.
“Marilah berpolitik dengan cara dewasa. Pilihan berbeda itu hal yang wajar gitu ya. Nah, maka mari kita saling menghargai perbedaan pilihan setiap warga negara,” katanya. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

