Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, digitalisasi ekonomi, hingga reformasi kelembagaan.
Destry juga menilai inklusi keuangan dan ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Bahkan, keduanya dinilai dapat menjadi game changer dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung agenda tersebut, Destry akan memperkuat pembiayaan inklusif melalui kebijakan makroprudensial. Di saat yang sama, kebijakan keuangan berkelanjutan akan terus dikembangkan, termasuk dalam hal instrumen dan metode penghitungan emisi serta karbon yang dapat digunakan oleh dunia usaha dan sektor perbankan.
Destry juga menegaskan bahwa penguatan pertumbuhan ekonomi harus tetap berpijak pada stabilitas. Karena itu, bauran kebijakan BI akan diperkuat untuk menghadapi tekanan eksternal, menjaga nilai tukar, serta mengendalikan inflasi.

NOW ON AIR SSFM 100

