Selasa, 3 November 2026

Gerindra Lakukan PAW Tiga Kader yang Terjaring Pesta Narkoba di Surabaya

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Kharisma Febriansyah Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur ketika memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Gerindra Jatim

Partai Gerindra melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap tiga kadernya yang juga anggota DPRD sejumlah daerah, setelah terlibat pesta narkoba di salah satu hotel Surabaya.

Kharisma Febriansyah Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur menjelaskan, proses pemeriksaan ketiga kader tersebut telah selesai di tingkat DPD dan diteruskan ke Majelis Etik serta Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

“Proses yang dilakukan DPD sudah selesai sampai dengan ke Majelis Etik Partai, Majelis Kehormatan Partai,” ujar Kharisma dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan pernyataan Habiburokhman Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra di Jakarta pada Selasa (3/11/2026) hari ini, ketiga kader tersebut telah resmi dilakukan pemecatan.

Meski begitu, Kharisma mengaku belum menerima surat resmi pemecatan tersebut. Namun ia memastikan proses PAW di kursi legislatif masing-masing daerah akan segera dilakukan.

“Ya kalau sudah dipecat ya berarti kan sudah harus di-PAW, kan” katanya.

Dia menegaskan, Partai Gerindra tidak memberikan toleransi terhadap kader yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Jadi di Gerindra tidak ada toleransi untuk apa namanya, narkoba, itu betul-betul merusak soalnya,” ujarnya.

Selain itu, Kharisma juga menanggapi kabar mutasi tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang sebelumnya menangani perkara narkoba tiga kader Gerindra tersebut.

Dia menyebut, berdasarkan informasi dari pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, terdapat dugaan lobi-lobi yang berkaitan dengan permintaan sejumlah uang dalam penanganan perkara tersebut.

Menurutnya, isu mutasi anggota polisi dan pemberhentian tiga kader Gerindra merupakan dua persoalan yang berjalan beriringan. Namun bukan berarti mutasi dilakukan karena ketiganya berasal dari Gerindra.

“Jadi bukan karena Gerindra terus dimutasi gitu. Memang ada tindakan yang dianggap ya itu di urusan itu, di urusan intinya, yang kita tangkap, yang kita dengar, adalah ada sejumlah uang yang diminta,” ungkapnya.

Kharisma mengaku tidak mengetahui secara pasti nominal maupun detail dugaan permintaan uang tersebut. Dia menyebut informasi yang didengarnya berkisar Rp100 juta hingga Rp300 juta.

Kharisma juga mengaku tidak mengetahui apakah uang tersebut sempat diberikan kepada pihak yang diduga meminta.

Menurutnya, persoalan dugaan permintaan uang tersebut merupakan ranah kepolisian sehingga perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.

“Enggak tahu ya, laporannya 100 atau 300, berapa lupa saya. Yang penting yang jelas ada,” ucapnya. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Selasa, 3 November 2026
30o
Kurs