Jumat, 8 Mei 2026

Gus Ipul Sebut Banyak Tokoh Berpeluang Jadi Ketum di Muktamar PBNU 2026

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Saifullah Yusuf Ketua OC Muktamar PBNU 2026 saat di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Saifullah Yusuf Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar PBNU 2026 sekaligus Sekjen PBNU memastikan pelaksanaan Muktamar PBNU 2026 saat ini terus dipersiapkan dan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Sebelum pelaksanaan muktamar, PBNU terlebih dahulu akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar pada Juni mendatang sebagai bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi.

“Muktamar sekarang semua dalam proses. Insya Allah dilaksanakan pada bulan Agustus, dan bulan Juni nanti kita akan lakukan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar,” ujar Gus Ipul di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, seluruh elemen Nahdlatul Ulama, mulai dari pengurus wilayah hingga cabang, diharapkan dapat menyampaikan berbagai usulan strategis untuk kemajuan organisasi ke depan.

“Kita harapkan wilayah dan cabang benar-benar memiliki usulan-usulan yang bisa dibahas lebih lanjut sebagai bagian dari kemajuan jam’iyah di masa yang akan datang,” katanya.

Terkait bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan hingga kini belum ada nama-nama yang secara resmi dimunculkan. Namun ia memastikan seluruh kader NU memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

“Calon-calon belum ada secara khusus, tetapi semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri. Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum,” ujarnya.

Ia menilai banyak tokoh NU yang memiliki kapasitas dan memenuhi kriteria untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Saat ditanya mengenai peluang Nasaruddin Umar Menteri Agama maju dalam bursa Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menyebut nama tersebut sebagai salah satu figur potensial.

“Kalau bicara itu, salah satu yang berpotensi ya. Karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib ‘Aam sebelumnya,” ucapnya.

Selain Nasaruddin Umar, ia juga menyinggung nama Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU saat ini yang dinilai memiliki peluang besar untuk kembali maju.

“Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib ‘Aam sebelumnya. Kiai Said juga begitu. Jadi semuanya sebenarnya punya potensi, tinggal berkenan apa tidak,” katanya.

Meski demikian, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

“Saya enggak. Saya sudah sampaikan berulang-ulang, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” tegasnya.

Ia juga menepis kekhawatiran adanya intervensi kekuasaan dalam proses pemilihan pimpinan PBNU mendatang. Menurutnya, Presiden memahami independensi dan mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama.

“Saya pastikan tidak akan ada intervensi. Presiden sangat memahami peran strategis Nahdlatul Ulama dan akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan pimpinan kepada Muktamar,” pungkasnya.(faz/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 8 Mei 2026
33o
Kurs