Selasa, 25 Agustus 2026

Jelang Muktamar NU, KH Adnan Anwar Minta KH Miftachul Akhyar Bermuhasabah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
KH Adnan Anwar tokoh senior NU. Foto: istimewa

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, 27–31 Agustus 2026, KH Adnan Anwar tokoh senior NU mengingatkan KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU agar mempertimbangkan secara matang rencana pencalonannya kembali.

KH Adnan menilai, keputusan untuk kembali maju sebagai Rais Aam tidak cukup hanya dilihat dari sisi kesiapan pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap persatuan dan masa depan NU.

Ia menyarankan KH Miftachul Akhyar mengambil waktu khusus untuk melakukan muhasabah dan menimbang secara jernih antara maslahat serta mudarat jika kembali maju dalam Muktamar ke-35.

“Ini masukan kita saja. Mungkin perlu ada forum muhasabah untuk NU, khususnya Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Beliau perlu menyendiri untuk bermuhasabah dan menimbang, kalau saya maju lagi, antara mudarat dan maslahatnya lebih besar mana,” ujar KH Adnan dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, apabila pencalonan kembali tersebut justru berpotensi memperuncing perbedaan dan memunculkan konflik baru di internal NU, keputusan untuk tidak maju patut menjadi salah satu pilihan.

“Kalau kira-kira mudaratnya lebih besar, ya lebih baik Kiai Mifta tidak maju di Muktamar ke-35 NU di Jombang. Jangan sampai keputusan itu malah menimbulkan konflik baru yang tidak selesai-selesai,” katanya.

KH Adnan juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan Muktamar NU sebagai arena perebutan kepentingan. Ia menyoroti kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha mengarahkan jalannya muktamar sesuai kepentingannya sendiri.

Menurutnya, upaya semacam itu berbahaya apabila dilakukan tanpa memahami tradisi, karakter, serta nilai-nilai yang selama ini menjadi pijakan NU.

“Kalau ada orang yang mengatur-ngatur dan kemudian mendorong keadaan menjadi seperti yang mereka inginkan, menurut saya itu sangat tidak beradab. Mereka tidak mengukur level bahayanya,” tegasnya.

Ia khawatir jika situasi tersebut terus dibiarkan, dinamika internal NU dapat berkembang menjadi persoalan yang sulit dikendalikan.

“Jangan sampai masuk ke wilayah yang pada suatu saat tidak bisa dikendalikan. Ini sangat berbahaya,” lanjut KH Adnan.

KH Adnan menilai lokasi Muktamar ke-35 di Jombang memiliki makna historis dan spiritual yang kuat bagi NU. Jombang merupakan daerah yang lekat dengan sejarah perjuangan para pendiri NU, termasuk KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam muktamar menjaga kehormatan serta nilai-nilai yang diwariskan para pendiri organisasi.

“Apalagi Muktamar kali ini dilaksanakan di Jombang, dekat dengan makam Kiai Wahab. Karena itu, jangan sampai nilai-nilai dan marwah perjuangan para pendiri NU justru dipermainkan,” ujarnya.

Ia pun meminta semua pihak tidak memperlakukan NU sekadar sebagai organisasi yang dapat diarahkan berdasarkan kepentingan kekuasaan.

“Jangan jadikan NU sebagai objek permainan. Tolong hati-hati betul. Jangan menyepelekan ini dan menganggap NU sebagai organisasi biasa,” kata KH Adnan.

Untuk mencegah terjadinya perpecahan, KH Adnan mendorong para kiai senior mengedepankan kebijaksanaan dan musyawarah dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.

Menurutnya, forum para kiai dapat menjadi jalan untuk mencari keputusan terbaik yang benar-benar berorientasi pada kepentingan organisasi, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Harapan saya, para kiai memiliki wisdom. Bila perlu, kumpulkan para kiai dan bermusyawarah. Kalau ada musyawarah para kiai, itu lebih baik. Kita mencari siapa yang paling maslahat untuk NU,” tutur KH Adnan.

Ia berharap Muktamar ke-35 NU nantinya tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga mampu menjaga persatuan, marwah, serta keberlanjutan NU di tengah dinamika internal organisasi.(faz/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
31o
Kurs