“Kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu,” tegasnya.
Selain menekankan pendidikan ideologi, Komarudin turut menyoroti persoalan kesenjangan komunikasi antara generasi tua dan generasi muda.
Perbedaan cara pandang terhadap persoalan bangsa, menurutnya, perlu dijembatani melalui ruang pertemuan yang memungkinkan kedua generasi saling mendengar dan memahami.
Dia mengakui, jarak antara elite politik dan anak muda dapat menjadi persoalan apabila tidak direspons dengan komunikasi yang terbuka.
Kondisi tersebut berpotensi membuat generasi muda semakin tidak peduli terhadap perkembangan politik dan persoalan kebangsaan.
NOW ON AIR SSFM 100

