Karena itu, Sekolah Partai diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman generasi senior dengan gagasan dan perspektif baru dari kalangan muda.
“Nah, itu makanya sekarang kita karena ada gap ini, kita buka gap-nya supaya ketemu kan di situ. Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya,” kata Komarudin.
Kemudian, Komarudin menegaskan, masa depan bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada generasi yang saat ini memegang kekuasaan. Keterlibatan anak muda dalam memahami dan merespons persoalan nasional menjadi bagian penting dari keberlanjutan kepemimpinan Indonesia.
“Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi,” lanjutnya.
Melalui kegiatan Muda-Mudi Sekolah Partai, PDI Perjuangan berupaya mendorong generasi muda agar tidak hanya mengenal politik dari dinamika perebutan kekuasaan, tetapi juga memahami nilai, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
NOW ON AIR SSFM 100

