Hasto secara khusus menyoroti laporan mengenai tindakan aparat yang melepaskan tembakan peringatan di lingkungan tempat ibadah ketika merespons pengibaran bendera lokal di Aceh.
Menurutnya, tempat ibadah semestinya menjadi ruang yang dijaga kesakralan dan ketenangannya.
“Kami menyesalkan ketika kemudian terjadi tindak kekerasan, bahkan letusan senjata di tempat ibadah yang seharusnya kita jaga kesakralannya. Aparat keamanan harus berkepala dingin dan melihat konteks,” tegasnya.
Menurut Hasto, Aceh memiliki pengalaman panjang dalam membangun perdamaian. Proses tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui perjalanan yang penuh pengorbanan dan biaya sosial yang besar, terutama setelah bencana tsunami.
Karena itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat Aceh, kata dia, seharusnya terlebih dahulu ditempuh melalui komunikasi dan mediasi dengan melibatkan tokoh masyarakat maupun pemuka agama.

NOW ON AIR SSFM 100

