Sabtu, 15 Agustus 2026

Prabowo: Pemerintah Sudah Bikin 121 Kebijakan Transformatif untuk Selesaikan Masalah Bangsa

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di kompleks Senayan, Jumat (14/8/2026). Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres

Prabowo Subianto Presiden, pagi hari ini, Jumat (14/8/2026), menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Di hadapan anggota dewan dan para tamu undangan, Presiden mengatakan dalam waktu 21 bulan, Pemerintah sudah membuat 121 kebijakan transformatif di berbagai sektor, untuk menyelesaikan masalah bangsa, terutama yang selama puluhan tahun sulit diselesaikan.

Kebijakan transformatif yang dijalankan, antara lain terkait swasembada pangan, termasuk penyederhanaan aturan pupuk. Sehingga, harga pupuk sekarang jauh lebih murah dan lebih gampang didapat oleh para petani.

Menurut Prabowo, ada 145 aturan penyaluran pupuk yang dihapus. Lalu, harga pupuk bisa turun 20 persen yang baru terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden melanjutkan, di sektor energi, Pemerintah mewujudkan swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Kemudian, Prabowo bilang janji program makan bergizi, rencana hilirisasi, dan bantuan sosial sudah ditunaikan Pemerintah.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo Presiden menyampaikan, ada empat pedoman utama dalam menjalankan roda pemerintahan selama 21 bulan.

Pertama, bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Kedua, bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. Hal itu termasuk menjaga kekayaan Bangsa Indonesia supaya sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia.

Ketiga, bekerja untuk selalu mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dan pedoman yang keempat, selalu beriorientasi kepada kepentingan rakyat.(rid/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 15 Agustus 2026
31o
Kurs