Sementara itu, Muhammad Syaeful Mujab menilai Public Pulse 28 menjadi momentum penting untuk menangkap denyut pemikiran generasi muda menjelang satu abad Sumpah Pemuda.
Menurutnya, semangat persatuan yang lahir pada 1928 perlu diterjemahkan ke dalam ruang partisipasi yang mampu menampung ide dan kegelisahan anak muda masa kini.
“Dua tahun lagi kita memperingati satu abad Sumpah Pemuda. Jika tahun 1928 menjadi tonggak persatuan bangsa, maka menuju 2028 kita ingin mendengar denyut rasa, ide, dan keresahan orang muda dari seluruh Indonesia,” kata Mujab.
Esti juga menegaskan bahwa sikap kritis generasi muda harus terus dipelihara sebagai bagian dari proses demokrasi. Menurutnya, ruang untuk menyampaikan kritik tidak boleh ditutup, melainkan difasilitasi agar mampu melahirkan gagasan yang konstruktif bagi kemajuan bangsa.
Melalui Public Pulse 28, PDI Perjuangan berharap dapat menghadirkan forum diskusi yang terbuka, ilmiah, dan inklusif bagi generasi muda tanpa memandang latar belakang. Aspirasi yang dihimpun dalam forum ini diharapkan menjadi masukan bagi pembangunan bangsa sekaligus memperkuat peran anak muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

