Senin, 3 Agustus 2026

Said Abdullah: PDIP Partai Penyeimbang yang Objektif dan Proporsional

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Said Abdullah Ketua DPP PDI Perjuangan. Foto: Istimewa

Said Abdullah Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) menyatakan, posisi partainya dalam pemerintahan adalah sebagai penyeimbang.

Menurutnya, sikap tersebut merupakan pilihan politik yang jelas dan tidak dapat disamakan dengan konsep oposisi yang lazim diterapkan di sejumlah negara Barat.

“PDI Perjuangan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu. Kami tidak bisa membandingkan dengan negara-negara barat yang menjalankan sistem oposisi,” ujarnya lewat keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (19/6/2026).

Said menjelaskan, posisi penyeimbang PDIP mengedepankan sikap objektif dan proporsional, sebagaimana disampaikan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Artinya, PDIP mendukung Pemerintah jika kebijakan dan program yang dijalankan berpihak kepada rakyat serta membawa manfaat bagi masyarakat, meskipun partai tidak mendapatkan keuntungan elektoral dari kinerja positif Pemerintah.

Sebaliknya, PDIP siap memberikan masukan secara konstruktif kalau ada kebijakan Pemerintah yang masih memerlukan penyempurnaan.

Said membedakan posisi tersebut dengan sikap oposisi. Menurutnya, oposisi memiliki orientasi politik yang berseberangan secara menyeluruh dengan Pemerintah.

“Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral,” jelasnya.

Sebagai partai penyeimbang, PDIP berharap Prabowo Subianto Presiden bisa menjalankan amanat konstitusi dengan baik sampai akhir masa jabatan tahun 2029.

Lebih lanjut, Said mengungkapkan Prabowo Presiden memahami sikap dan pilihan politik PDIP. Bahkan, Kepala Negara menyampaikan terima kasih atas sikap tersebut dan menilai PDIP sebagai teman yang lebih jujur.

“Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap objektivitas yang diperlukan,” pungkasnya (rid/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2026
31o
Kurs