Abdullah juga menyoroti temuan PPATK yang mencatat lebih dari enam juta transaksi berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia hanya dalam satu bulan.
Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa setiap momentum besar selalu dimanfaatkan bandar judi untuk meningkatkan aktivitas mereka.
“Piala Dunia bukan hanya pesta olahraga, tetapi juga menjadi momentum yang dimanfaatkan jaringan judi online untuk merekrut pemain baru. Aparat harus bergerak sebelum event besar dimulai, bukan setelah transaksi melonjak,” katanya.
Ia menegaskan Indonesia kini menghadapi kondisi darurat judi online sehingga diperlukan langkah luar biasa yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Selain penegakan hukum, Abdullah menilai pemerintah harus memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi target utama promosi judi online di ruang digital.
“Penindakan saja tidak cukup. Edukasi harus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa judi online bukan sekadar permainan, melainkan pintu masuk berbagai persoalan ekonomi, sosial, bahkan tindak pidana lainnya,” pungkas Abdullah.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

