Rabu, 27 Oktober 2021

Garin Nugroho: FFI Upaya Progresif Bangun Ekosisitem Film Indonesia

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Sutradara Garin Nugroho dalam special screening 'Nyai' di Jakarta, Sabtu malam (6/10/2018). Foto: Antara

Grani Nugroho Ketua Bidang Penjurian Festival Film (FFI) 2021 menyatakan FFI 2021 bukan sekedar melahirkan proses kompetisi, melainkan juga upaya membangun ekosistem perfilman Tanah Air.

“FFI menjadi bagian untuk bangun ekosistem perfilman milik kita bersama sekaligus membaca peta dinamika perfilman di Indonesia untuk menyesuaikan kebutuhan dan tantangan yang akan dihadapi dunia perfilman saat ini,” ujar Garin pada malam pembacaan nominasi FFI 2021, Minggu (10/10/2021).

Daftar nominasi yang diumumkan semalam merupakan hasil seleksi dan penjurian yang dilakukan oleh 54 orang juri Nominasi dari perwakilan asosiasi-asosiasi profesi perfilman.

Yang mana para juri terdiri dari 45 orang juri kategori Film Cerita Panjang dan sembilan orang juri kategori Film Pendek, para juri tersebut telah bekerja sejak 15 September hingga 5 Oktober 2021.

Garin menyampaikan sistem penjurian tahun ini dilakukan melalui tiga aspek, yang pertama yakni penghormatan kepada organisasi profesi film dengan proses dasar penjurian dilakukan melalui asosiasi profesi perfilman.

Kedua, sistem penjurian tahap akhir untuk memilih pemenang terbaik menggunakan sistem dewan juri yang sebelumnya pernah dilakukan oleh FFI.

Kategori ketiga adalah kritik film yang dinilai atas partisipasi masyarakat yang lebih luas dan juga kategori film, aktor, dan aktris terfavorit pilihan penonton.

Proses penjurian hingga tahap penentuan nominasi melewati beberapa lapisan. Untuk kategori Film Cerita Panjang, menetukan daftar pendek berisi 22 film.

Yang telah dilakukan melalui penjurian oleh 15 asosiasi profesi dan penuntuan nominasi dilakukan oleh tiga orang perwakilan asosiasi profesi melalui voting dan juga diskusi.

“Sampai dengan tahap nominasi ini, Komite penjurian sangat antusias dan puas dengan hasil yang diperoleh lewat hadirnya keberagaman tema, genre, visual, dan juga munculnya naman-nama baru. Hal ini menggambarkan geliat pelaku film Indonesia yang tetap tumbuh beragam walau dalam era pandemi yang tidak mudah,” kata Garin.

Dikuri dari Antara, proses penentuan nominasi kategori Film Pendek dan kategori Kritik Film telah dilakukan secara baik oleh juri-juri perwakilan asosiasi profesi yang ahli dalam bidangnya masing-masing.

Seperti pembacaan-pembacaan mengenai tema dan relevansinya dengan situasi terkini hingga pada kualitas teknis yang dibahas hingga panjang lebar.

Semua proses penjurian murni dilakukan oleh para juri yang terpilih serta disaksikan dan diawasi oleh Komite Penjurian dan Akuntan Publik.

“Kredibilitas dan kerja keras yang diperlihatkan oleh asosiasi profesi dan insan juri nominasi FFI menunjukan profesionalisme, geliat dan semangat kebangkitan perfilman nasional. Ini menjadi sebuah semangat yang saling menumbuhkan progresifitas ekosistem perfilman Indonesia,” tutur Garin.

Selain itu, Komite Tetap FFI 2021 telah memilih 15 anggota Dewan Juri Akhir yang berisi profesional dan ahli dari berbagai latar profesi yang mewakili ekosistem film Indonesia dari berbagai generasi.

Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia akan diadakan 10 November 2021 yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan dan disiarkan langsung melalui akun YouTube FFI, Kemendikbudristek RI, dan Budaya Saya.(ant/wld/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 27 Oktober 2021
28o
Kurs