Rabu, 10 Agustus 2022

KBRI Tokyo Dukung Seniman Jabar Promosikan Angklung untuk Penyandang Disabilitas di Jepang

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ardian Sumarwan, seniman angklung asal Bandung, Jawa Barat mengajarkan cara memainkan angklung untuk penyandang disabilitas di Jepang, Minggu (3/7/2022). Foto: KBRI Tokyo

Ardian Sumarwan, seniman angklung asal Bandung, Jawa Barat mengajarkan cara memainkan angklung untuk penyandang disabilitas di depan 250 dosen dan siswa jurusan seni musik di Universitas Gifu dan Universitas Chubu, Jepang pada 29 Juni 2022.

Metode unik ini mendapat perhatian dari kalangan seni musik Jepang karena sifatnya yang inklusif, di mana para penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu tetap dapat menikmati dan memainkan angklung dengan cara khusus.

Ardian Sumarwan yang akrab dipanggil Kang Ari ini menjelaskan bahwa tujuannya ke Jepang ini untuk menyebarluaskan metode pembelajar seni musik bagi penyandang disabilitas kepada para pengajar seni musik di Jepang.

“Misi saya ke Jepang ini adalah memperkenalkan angklung kepada masyarakat Jepang khususnya mahasiswa seni musik dan mahasiswa fakultas Luar Biasa di Universitas Gifu dan Universitas Chubu dengan memberikan metode pembelajar seni musik bagi penyandang disabilitas” ujar Ardian Sumarwan.

“Dengan terjalinnya hubungan baik antara Indonesia dan Jepang melalui Universitas Gifu dan Universitas Chubu, saya berharap dapat merealisasikan rencana penyelenggaraan konser akbar siswa penyandang disabilitas di Provinsi Gifu. Ke depan saya ingin menyebarkan pembelajaran Angklung di seluruh Sekolah Luar Biasa di Jepang, dengan menggunakan metode khusus bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.

Heri Akhmadi Duta Besar Repubik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang menyampaikan dukungan penuh upaya promosi angklung oleh Ardian Sumarwan.

“Upaya yang dilakukan Kang Ari ini patut kita apresiasi dan dukung penuh. Elemen inklusifitas menjadi unsur penting dari promosi seni dan budaya Indonesia di Jepang. Kang Ari menjadi salah satu dari sedikit seniman Indonesia yang berinovasi untuk memastikan semua orang dapat menikmati kesenian Indonesia, khususnya angklung,” tegas Dubes Heri.

Metode memaikan angklung bagi penyandang disabilitas yang diajarkan oleh Ardian Sumarwan ini menggunakan lampu sebagai penanda nomor angklung atau nada yang dimainkan, sehingga memungkinkan para penyandang tuna rungu untuk mengikuti nada dan memainkan angklung.

Sinergi Promosi BUMN, Pemerintah dan Seniman Jawa Barat di Jepang

Sebagai bentuk dukungan konkret KBRI Tokyo, Dubes Heri mengundang Ardian Sumarwan untuk hadir di Wisma Indonesia Tokyo pada Minggu, 3 Juli 2022 dalam kesempatan pertemuan dengan Nicke Widyawati Direktur Utama PT Pertamina dan Ruzhanul Ulum Wakil Gubernur Jawa Barat UU yang tengah melakukan kunjungan kerja di Tokyo, Jepang.

“Saya menggandeng Bu Nicke, Pak UU dan Kang Ari hari ini untuk bersama mendiskusikan promosi seni dan budaya Jawa Barat di Jepang. Semoga ini menjadi awal sinergi BUMN, pemerintah daerah dan pelaku budaya untuk semakin mengekspos keindahan seni dan budaya Jawa Barat di negeri sakura,” terang Dubes Heri.

Dalam kesempatan tersebut, tamu undangan menikmati pameran mini wayang golek dan batik Jawa barat milik KBRI Tokyo. Acara dimeriahkan dengan sajian tari jaipong oleh Dewi dan Maiza Aynayya dengan diiringi alunan musik angklung toel, kendang, dan arumba yang dimainkan oleh Ardian Sumarwan, Andhika Himareta, dan Dhany Irfansyah yang juga pengembang aplikasi angklung digital “iAngklung”.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs