Rabu, 30 November 2022

Kompleksitas Keluarga Steven Spielberg Jadi Fokus Film “The Fabelmans”

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
The Fabelmans. Foto: Antara

Kisah masa kecil Steven Spielberg, sutradara ternama Hollywood menjadi inspirasi dari “The Fabelmans” dan kompleksitas dalam keluarganya menjadi fokus dalam film tersebut.

Mengutip Antara, film ini ditulis oleh Spielberg bersama Tony Kushner yang mengisahkan Sammy Fabelman yang jatuh cinta kepada film sejak diajak kedua orangtuanya menonton film di bioskop.

Berawal rasa keingintahuan dan kreativitas reka ulang sebuah adegan di “The Greatest Show on Earth”, Sammy mulai membuat karya-karya dengan kamera pemberian orang tua.

Diawali mewujudkan imajinasi dan khayalan dengan aktor amatir, yakni kedua adik perempuannya, hingga membuat film lainnya tentang perang bersama teman-teman di sekolahnya.

Spielberg mereka ulang saat dirinya masih belia ketika membuat film, namun sudut pengambilan kamera dibuat lebih baik. Sammy juga membuat film pendek bersama teman-teman Pramuka tentang perundung di sekolah, untuk menghadapi rasa takutnya sendiri.

Sammy mulai bereksperimen saat menyunting film dengan cara manual, sebelum teknologi secanggih saat ini. Namun, dia menjalani dengan rasa senang meski apa yang dicintainya hanya dianggap oleh sang ayah.

Saat kecintaannya pada film semakin besar, bersamaan dengan masa remaja yang bergejolak karena menghadapi antisemitisme, dia menemukan masalah dalam keluarganya.

“The Fabelmans” dibintangi oleh Gabriel LaBelle, Michelle Williams, Paul Dano, Seth Rogen, juga Oakes Fegley.

Dilansir Reuters pada awal November (9/11/2022), Oakes Fegley yang berperan menjadi perudung di sekolah Sammy, Chad Thomas mengatakan, film ini penting untuk Spielberg dan penonton, sebab film pertama yang dibuat berdasarkan hidup sang sutradara.

“Dia membawa elemen dari kepribadiannya yang tak hanya ke dalam proses membuat film, tapi juga ke dalam cerita,” ujar Fegley.

Michelle Williams yang berperan menjadi Mitzi Fabelman, ibu Sammy, mengatakan dia melihat setiap anak sebagai individu yang berbeda-beda.

“Dia melihat sesuatu yang berbeda dan luar biasa tentang putranya (Sammy) dan meski itu bisa membuat keluarga itu terlihat berbeda, dia menerima dan mendorongnya,” kata Williams.

Menurut Steven Spielberg, dia sudah membayangkan Michelle Williams menjadi tokoh tersebut sebab berjiwa bebas dan punya darah seni. Karakter ini terinspirasi dari ibunya semenjak melihat akting Williams di “Blue Valentine”.

Selama proses syuting, para pemeran “The Fabelmans” dapat menonton rekaman video dan melihat berbagai foto keluarga Spielberg untuk lebih mendalami peran mereka.

Spielberg mengungkapkan, orangtua berpesan untuk mengabadikan kisah keluarga mereka ke layar lebar.

“Saya mulai berpikir, jika saya harus membuat sebuah film yang belum pernah saya buat, sesuatu yang personal, apakah itu? Dan hanya ada satu cerita yang ingin saya kisahkan.”

“The Fabelmans” akan tayang di bioskop pada 23 November 2022.(ant/tik/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Bus Terbakar di Gate Tol Menanggal arah Juanda

Ratusan Rumah Hancur Akibat Puting Beliung

Surabaya
Rabu, 30 November 2022
24o
Kurs