Senin, 20 Mei 2024

Dokter Jelaskan Sejumlah Dampak Sering Menahan Kencing

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi orang menahan buang air kecil. Ilustrasi orang menahan buang air kecil. Foto: Shutterstock

Dokter Rizka Zainudin dari Rumah Sakit Penyakit Infeksius Sulianti Saroso mengatakan sebaiknya tidak menahan rasa kencing terlalu sering karena banyak dampaknya bagi kesehatan seperti anyang-anyangan.

Anyang-anyangan atau disuria adalah sensasi terbakar setelah berkemih, seperti ada yang mengganjal.

“Nah, apa yang terjadi kalau terlalu sering? Nah, ketika terlalu sering, Sobat Sehat, itu bisa terjadi batu, batu saluran kemih,” kata Rizka dalam siaran Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu, berjudul “Sering Nahan Pipis? Ini Yang Akan Terjadi!”, dilansir Antara, Rabu (17/4/2024).

Dokter menyebutkan organ-organ yang dapat terdampak apabila sering menahan kencing antara lain ginjal dan ureter.

“Kemudian efek yang ketiga, itu bisa infeksi. Sobat Sehat. Jadi infeksi itu terjadi akumulasi bakteri yang menyebabkan proses peradangan,” katanya.

Ia juga menjelaskan pada infeksi saluran kemih, ada sejumlah orang yang dapat diserang, seperti ginjal, kandung kemih, dan ureter. Pada infeksi, ada kolonisasi bakteri yang akan masuk ke dalam organ hingga menyebabkan peradangan.

“Proses peradangannya itu bisa terjadi lokal, localized di organ terkait atau kalau lebih parahnya peradangan itu bisa terjadi sistemik. Jadi dia bisa menyebar ke seluruh tubuh,” ucap Rizka.

Dari kencing yang tidak terbuang itu, akan terbentuk residu urin yang dapat dipenuhi koloni bakteri.

Kemudian, dokter pun menjelaskan dampak keempat tersebut yaitu inkontinensia urin, yakni ketidakmampuan untuk menahan kencing karena terlalu sering melakukannya.

Kandung kemih, lanjutnya, terdiri dari otot dan syaraf, yang meregang ketika menahan kencing. Ketika otot-otot tersebut terlalu sering meregang, maka elastisitasnya berkurang, sehingga kemampuan menahan kencing berkurang.

“Jadi kecenderungan, kalau mau ke kamar mandi, jadi kayak ngompol. Jadi belum kita ingin mengeluarkan kencingnya udah keluar sendiri. Itu bisa terjadi inkontinensia,” ucapnya.

Sementara itu, untuk normalnya kapasitas kandung kemih seseorang ialah 300 hingga 500 cc. Saat kandung kemih hampir penuh, kata dia, maka syaraf dan otot mengirimkan sinyal ke otak agar isinya segera dibuang.

Oleh karena itu, dokter mengimbau untuk segera kencing, karena adanya zat-zat beracun yang perlu dikeluarkan, dan berbahaya apabila dibiarkan menumpuk.

Lebih lanjut, kata Rizka, idealnya kencing sebaiknya setiap tiga hingga lima jam sekali. (ant/sya/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Senin, 20 Mei 2024
32o
Kurs