Kamis, 18 April 2024

Peneliti Ungkap Asupan Gula Berlebih Berdampak pada Gangguan Kecemasan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi gula. Foto : Antara Ilustrasi gula. Foto : Antara

Penelitian yang diterbitkan BMC Psychiatry menyatakan bahwa asupan gula yang berlebihan berdampak buruk pada kesehatan usus, dengan mengganggu mikrobioma usus yang dikaitkan depresi dan kecemasan.

Dilansir Antara dari laman Eating Well, Minggu (25/2/2024), survei dari penelitian ini melibatkan 18.439 pria dan wanita berusia di atas 20 tahun yang mewakili berbagai ras dan etnis, termasuk kulit putih non-Hispanik, kulit hitam non-Hispanik, dan Meksiko-Amerika.

Setiap peserta menyelesaikan Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9), yang merupakan penilaian skrining cepat untuk depresi. Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang diet melalui dua wawancara mengingat makanan selama 24 jam, dengan menanyakan apa yang peserta makan selama 24 jam terakhir.

Setelah melakukan beberapa uji statistik pada data tersebut, para peneliti menemukan hubungan linier antara asupan gula dan depresi. Artinya, semakin banyak peserta yang mengonsumsi gula, semakin besar risiko depresi mereka.

Secara khusus, mereka menemukan bahwa untuk setiap peningkatan 100 gram gula makanan per hari (sekitar delapan sendok makan atau setengah cangkir), risiko depresi meningkat sebesar 28 persen.

Asupan gula yang berlebihan juga dapat membuat gula darah melonjak dan kemudian turun drastis. Ketergantungan pada minuman yang mengandung gula dan makanan berkarbohidrat olahan sepanjang hari, akan menempatkan Anda dalam siklus naik turun yang konstan dan berdampak negatif pada suasana hati dan energi. Selain itu, untuk mengalami hal ini, tidak harus mengalami diabetes.

Pedoman Diet Amerika 2020-2025 menyarankan untuk membatasi asupan gula tambahan hingga kurang dari 10 persen dari total asupan kalori harian. Jika Anda mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari, itu berarti tidak lebih dari 12 sendok teh atau 48 gram gula sehari.​​​​​

American Heart Association bahkan memiliki pedoman yang lebih ketat, merekomendasikan agar wanita mengonsumsi tidak lebih dari enam sendok teh atau 25 gram gula tambahan per hari, sementara pria tetap di bawah sembilan sendok teh atau 36 gram gula tambahan per hari.​​​​​​

Asupan gula tambahan yang berlebihan telah dikaitkan dengan beberapa penyakit , termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan sindrom metabolik.

Hal ini bahkan dapat meningkatkan kemungkinan terkena asam urat, suatu bentuk radang sendi di mana asam urat membentuk kristal seperti jarum yang sangat menyakitkan di persendian Anda.

Mengingat banyaknya penyakit yang berhubungan dengan asupan gula tambahan harian yang berlebihan dan fakta bahwa banyak makanan dengan kandungan gula tambahan yang tinggi hanya menawarkan sedikit nilai gizi, ada baiknya Anda meluangkan waktu dan upaya untuk mengurangi keseluruhan asupan gula tambahan Anda. (ant/dan/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Kamis, 18 April 2024
29o
Kurs