Selasa, 25 Juni 2024

Penelitian Ungkap Efek Samping Pembungkus Makanan Cepat Saji Bagi Ibu Hamil

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Ibu Hamil. Foto: Unsplash

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental International, jika sedang hamil, harus berpikir dua kali sebelum membeli burger keju atau membeli kue kemasan.

Melansir Antara, Jumat (9/2/2024), bahan yang menjadi pembungkus makanan cepat saji itu memiliki senyawa ftalat, sejenis bahan kimia plastik.

“Bahan kimia ini dapat masuk ke aliran darah, melalui plasenta, kemudian ke aliran darah janin yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan pada janin,” demikian catatan para peneliti Environmental International itu.

Selan itu, menurut literatur sebelumnya menunjukkan paparan ftalat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan gangguan kesehatan mental anak seperti autisme dan ADHD.

“Ketika ibu terpapar bahan kimia ini, bahan kimia ini dapat melewati plasenta dan masuk ke sirkulasi janin,” kata dr. Sheela Sathyanarayana, penulis senior yang juga dokter anak UW Medicine dan peneliti di Seattle Children’s Research Institute.

Para peneliti menemukan bahwa makanan ultraproses menyumbang 10 hingga 60 persen dari pola makan ibu hamil, atau rata-rata 38,6 persen. Setiap porsi makanan ultraproses yang 10 persen lebih tinggi dikaitkan dengan konsentrasi di (2-ethylhexyl) phthalate yang 13 persen lebih tinggi, salah satu ftalat yang paling umum dan berbahaya.

Makanan ultraproses, menurut para peneliti, sebagian besar terbuat dari zat yang diekstraksi dari makanan seperti minyak, gula, dan pati, namun telah banyak diubah melalui pengolahan dan penambahan bahan kimia serta pengawet, untuk meningkatkan penampilan atau umur simpannya. Sehingga, akan sulit mengenali bentuk aslinya untuk dikonsumsi.

Ini termasuk campuran kue kemasan, misalnya kentang goreng kemasan, roti hamburger, dan minuman ringan.

Terkait pengelolahan makanan cepat saji, seperti sarung tangan yang dikenakan oleh karyawan, peralatan penyimpanan, persiapan, penyajian bisa menjadi sumber utama paparan.

Brennan Baker peneliti pascadoktoral di laboratorium Sathyanarayana, mengatakan wanita hamil harus menghindari makanan ultraproses, dan lebih baik mencari dan mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak, serta memahami bahan-bahannya.

“Hal itu juga berlaku bahkan untuk makanan sehat” seperti satu bar wafer untuk sarapan. Lihat apakah itu dimaniskan dengan kurma atau mengandung banyak lemak dan gula di dalamnya,” tandasnya.(ant/sya/bil/rid)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 25 Juni 2024
26o
Kurs