Taylor Swift, musisi, mengungkapkan caranya menghadapi situasi yang terasa sangat sulit untuk diatasi, dalam wawancara untuk The Icon Sessions.
Menurut warta People yang dikutip Antara pada Senin (24/8/2026), penyanyi yang sudah 14 kali memenangkan penghargaan Grammy itu mengatakan dirinya tidak membiarkan persepsi publik tentang dirinya menjadi penghambat kreativitas.
Swift mengungkapkan mekanisme koping yang selama bertahun-tahun ia terapkan ketika menghadapi persoalan yang terasa terlalu besar untuk diatasi.
“Salah satunya adalah mengatakan pada diri sendiri, ‘Kamu memilih ini. Kamu memilih ini setiap hari. Kamu bisa saja memilih untuk berhenti dari ini kapan saja sebelum menjadi terlalu besar dan sulit dikendalikan’. Dan saya memutuskan untuk tidak berhenti karena saya sangat menyukainya,” ia menuturkan.
“Semua konsekuensi yang menyertai pada akhirnya sepadan selama saya masih bisa terus membuat musik,” kata penyanyi yang debut pada 2006 itu.
Swift menganggap musik sebagai sesuatu yang berkaitan dengan “kebenaran emosional”, yang mungkin akan atau tidak akan menggugah perasaan orang lain. Namun, penyanyi yang sudah merilis 12 album studio dan banyak lagu populer itu menyadari bahwa ia membuat musik agar bisa didengarkan para penggemar.
“Saya merilis karya ini untuk orang-orang yang peduli dan memandang musik sebagai cara untuk menjalani hidup seperti yang saya lakukan,” katanya.
Penyanyi Amerika kelahiran 1989 itu sebelumnya menuturkan bahwa menulis lagu secara alami menjadi sarana refleksi diri baginya. Ia juga menceritakan bagaimana dirinya harus mempelajari cara menghibur penonton, mempelajari koreografi, bersikap tidak terlalu menyebalkan, dan menjaga kewarasan selama berkarier di industri musik, yang diwarnai berbagai cobaan dan ujian berat.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

