“Tapi memang, udara dingin dan kering membuat lapisan lendir pelindung di saluran napas mengering. Sehingga mengakibatkan, pertahanan alami tubuh melemah dan virus menjadi lebih mudah masuk,” katanya pada Sabtu (18/7/2026).
Dampak bediding, lanjut Eka, tidak hanya sebatas pada gangguan saluran napas saja, tapi juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba.
Hal ini membuat penderita hipertensi dan gangguan jantung harus jauh lebih waspada selama fenomena berlangsung.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak fenomena bediding terjadi pada Juli hingga Agustus. Bahkan, di beberapa daerah dapat terjadi hingga September mendatang.
Sementara untuk mengantisipasi dampak yang semakin buruk dari fenomena bediding, Eka membagikan tips pencegahan untuk keluarga.

NOW ON AIR SSFM 100

