Di Kalimantan Barat, RS Bhayangkara Pontianak mencatat kenaikan kasus ISPA dan pneumonia sekitar 10-20 persen sejak karhutla terjadi.
Piprim Basarah Yanuarso Ketua Pengurus Pusat IDAI mengatakan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman kesehatan bagi anak dan kelompok rentan.
“Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, tetapi juga darurat kesehatan anak dan kelompok rentan,” kata Piprim.
Menurutnya, asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga berpotensi masuk ke aliran darah.
Anak menjadi kelompok yang lebih rentan karena menghirup udara dalam jumlah relatif lebih banyak dibandingkan berat badannya, sementara sistem pernapasan dan imunnya masih berkembang.

NOW ON AIR SSFM 100

